Saya Pernah Bertanya Kepada Seorang Dokter, Ia Mengatakan, Bahwa Pil Pencegah Haidh Itu Tidak Berbahaya

Tanya :

Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya: Saya seorang wanita yang mendapatkan haidh di bulan yang mulia ini, tepatnya sejak tanggal dua lima Ramadhan hingga akhir bulan Ramadhan, jika saya mendapatkan haidh maka saya akan kehilangan pahala yang amat besar, apakah saya harus menelan pil pencegah haidh karena saya telah bertanya kepada dokter lalu ia menyatakan bahwa pil pencegah haidh itu tidak membahayakan diri saya?

Jawab :

Saya katakan kepada wanita ini dan wanita-wanita lainnya yang mendapatkan haidh di bulan suci Ramadhan, bahwa haidh yang mereka alami itu, walaupun pengaruh dari haidh itu mengharuskannya meninggalkan shalat, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya, adalah merupakan ketetapan Allah, maka hendaknya kaum wanita bersabar dalam menerima hal itu semua, maka dari itu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah yang kala itu sedang haidh: ” Sesungguhnya haidh itu adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan kepada kaum wanita.” Maka kepada wanita ini kami katakan, bahwa haidh yang dialami oleh dirinya adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan bagi kaum wanita, maka hendaklah wanita itu bersabar dan janganlah menjerumuskan dirinya ke dalam bahaya, sebab kami telah mendapat keterangan dari beberapa orang dokter yang menyatakan bahwa pil-pil pencegah kehamilan berpengaruh buruk pada kesehatan dan rahim penggunanya, bahkan kemungkinan pil-pil tersebut akan memperburuk kondisi janin saat wanita itu hamil.


———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Rabu,31 Maret 2004/9 Safar 1425H

Print Friendly