Iman Kepada Malaikat

Definisi malaikat:
Menurut bahasa malaikat adalah bentuk jamak dari أ£أ³أ،أƒأ؛أںأ³ dan asal أ£أ،أƒأں adalah أ£أƒأ؛أ،أںdari أ‡أ،أƒأ³أ،أ¦أ؛أںأ³أ‰ yang berarti risalah, firman Allah,
œSegala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaanNya apa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”‌ (Al-Fathir: 1).

Manurut istilah malaikat adalah makhluk ghaib yang Allah ciptakan dari cahaya dan mereka selalu taat dan patuh kepadaNya serta mengerjakan tugas-tugasNya. Firman Allah,
“œDan malaikat-malaikat yang di sisiNya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembahNya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”‌ (Al-Anbiya`: 19-20).

DALIL KEWAJIBAN IMAN KEPADA MALAIKAT:
A. Dari al-Qur`an:
Banyak sekali ayat al-Qur`an yang mewajibkan beriman kepada malaikat. Di antaranya firman Allah,
“œSemuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya.” (Al-Baqarah: 285).

“œ Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan Hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”‌ (An-Nisa`: 136).

B. Dari sabda Nabi saw menjawab pertanyaan Jibril tentang iman.

أƒأ³أ¤أ؛ أٹأµأ„أ؛أ£أ¶أ¤أ³ أˆأ¶أ‡أ،أ،أ¥أ¶ أ¦أ³أ£أ³أ،أ‡أ³أ†أ¶أںأ³أٹأ¶أ¥أ¶ أ¦أ³أںأµأٹأµأˆأ¶أ¥أ¶ أ¦أ³أ‘أ³أ“أµأ¦أ؛أ،أ¶أ¥أ¶ أ¦أ³أ‡أ،أ­أ³أ¦أ؛أ£أ¶ أ‡أ،أƒأ³أژأ¶أ‘أ¶ أ¦أ³أٹأµأ„أ؛أ£أ¶أ¤أ³ أˆأ¶أ‡أ،أ‍أ³أڈأ³أ‘أ¶ أژأ³أ­أ؛أ‘أ¶أ¥أ¶ أ¦أ³أ”أ³أ‘أ¸أ¶أ¥أ¶ .

“œEngkau beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, kepada Hari Akhir dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk.”‌ (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Keberadaan malaikat ditetapkan dengan dalil-dalil yang qath”™i (pasti), oleh karena itu barangsiapa mengingkari maka dia mengingkari sesuatu yang diketahui secara mendasar dalam agama Islam, dia menyelisihi al-Qur`an dan sunnah dengan jelas.

Malaikat berjumlah besar hanya Allah yang mengetahui jumlah pasti. Sebagai gambaran besarnya jumlah malaikat bahwa dalam kisah Mi”™raj, Allah menunjukkan Baitul Ma”™mar kepada Nabi saw, di sana terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang setiap hari shalat, yang keluar dari tempat tersebut tidak lagi kembali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas).

Malaikat memiliki jasad. Mereka bukan kekuatan atau dorongan kepada kebaikan yang ada pada manusia seperti yang diyakini oleh sebagian orang. Bukti bahwa mereka berjasad adalah firman Allah surat al-Fathir ayat di atas, juga Nabi saw pernah melihat malaikat Jibril dengan enam ratus sayap yang memenuhi ufuk.

Malaikat berakal, firman Allah,
“œ Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”‌ (At-Tahrim: 6).
Jika mereka tidak berakal mana mungkin mereka melaksanakan tugas?
Firman Allah,
“œIngatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “کSesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”™ Mereka berkata, “کMengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”™ Tuhan berfirman, “کSesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”™.” (Al-Baqarah: 30).
Jika mereka tidak berakal, bagaimana mereka menjawab firman Allah?

Termasuk iman kepada malaikat, mengimani nama-nama sebagian malaikat yang Allah kenalkan kepada kita dan tugas-tugasnya.

Seperti malaikat penyampai wahyu Jibril ar-Ruhul al-Amin. Firman Allah,
“œDia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.”‌ (Asy-Syuara`: 193-194).

Seperti malaikat pembagi hujan yaitu malaikat Mikail. Sabda Nabi saw,

أˆأ³أ­أ؛أ¤أ³أ‡ أ‘أ³أŒأµأ،أ± أˆأ¶أ‌أ³أ،أ‡أ³أ‰أ² أ£أ¶أ¤أ³ أ‡أ،أƒأ³أ‘أ؛أ–أ¶ أ‌أ³أ“أ³أ£أ¶أڑأ³ أ•أ³أ¦أ؛أٹأ°أ‡ أ‌أ¶أ­ أ“أ³أچأ³أ‡أˆأ¶أ‰أ² : أƒأ³أ“أ؛أ‍أ¶ أچأ³أڈأ¶أ­أ؛أ‍أ³أ‰أ³ أ‌أµأ،أ‡أ³أ¤أ² أ‌أ³أٹأ³أ¤أ³أچأ¸أ³أ¬ أگأ³أ،أ¶أںأ³ أ‡أ،أ“أ¸أ³أچأ³أ‡أˆأµ أ‌أ³أƒأ‌أ؛أ‘أ³أ›أ³ أ£أ³أ‡أپأ³أ¥أµ أ‌أ¶أ­ أچأ³أ‘أ¸أ³أ‰أ² أ‌أ³أ…أ¶أگأ³أ‡ أ”أ³أ‘أ؛أŒأ³أ‰أ± أ£أ¶أ¤أ؛ أٹأ¶أ،أ؛أںأ³ أ‡أ،أ”أ¸أ¶أ‘أ³أ‡أŒأ¶ أ‍أ³أڈأ¶أ‡أ“أ؛أٹأ³أ¦أ؛أڑأ³أˆأ³أٹأ؛ أگأ³أ،أ¶أںأ³ أ‡أ،أ£أ³أ‡أپأ³ أںأµأ،أ¸أ³أ¥أµ .

“œTatkala seorang laki-laki berada di tanah lapang (gurun) dia mendengar suara di awan, “کSiramilah kebun fulan,”™ maka menjauhlah awan tersebut, kemudian menumpahkan air di suatu tanah yang berbatu hitam, maka saluran air di situ ““dari saluran-saluran yang ada- telah memuat air seluruhnya.”‌ (HR. Muslim).

Seperti malaikat peniup sangkakala yaitu Israfil. Firman Allah,
“œKami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.”‌ (Al-Kahfi: 99).

Seperti malaikat penjaga Neraka yaitu Zabaniyah. Pemimpinnya sembilan belas dan direkturnya adalah Malik. Firman Allah,
“œTahukah kamu apakah (Neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”‌ (Al-Muddatsir: 27-30).

“œMereka berseru, “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.”™ Dia menjawab, “کKamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”™.” (Az-Zukhruf: 77).

Adapula malaikat yang bertugas menjaga hamba dalam segala ihwalnya. Mereka adalah muaqqibat atau hafazhah. Firman Allah,
“œBagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.”‌ (Ar-Ra”™d: 11).

“œDan Dia-lah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya, dan diutusNya kepadamu malaikat-malaikat penjaga,.”‌ (Al-An”™am: 61).

Termasuk hafazhah adalah para malaikat pengawas amal hamba yaitu al-Kiram al-Katibun. Firman Allah,
“œPadahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.”‌ (Al-Infithar: 10-12).

Ada pula malaikat maut para pencabut nyawa ““oleh masyarakat dikenal dengan Izrail tetapi nama ini tidak berdasar kepada dalil yang shahih-, firman Allah,
“œKatakanlah, “کMalaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (As-Sajdah: 11).

“œSehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.”‌ (Al-An”™am: 61).

Ada malaikat penjaga surga, firman Allah,
“œDan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, “کKesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”™.” (Az-Zumar: 73).

Ada malaikat yang berkeliling di bumi mencari halaqah-halaqah dzikir dan ilmu. Jika mereka mendapatkan maka mereka duduk. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ada malaikat yang diutus kepada janin yang berusia empat bulan untuk menulis rizki, ajal, amal dan apakah dia berbahagia dan sengsara. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Nama-nama malaikat yang Allah dan rasulNya jelaskan, wajib kita imani dan tetapkan dan yang tidak kita kembalikan kepada yang Maha Mengetahui. Begitu pula tugas-tugas malaikat yang dijelaskan oleh Allah dan rasulNya, kita tetapkan dan yang tidak maka kita kembalikan kepadaNya. Firman Allah,
“œMereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”‌ (Al-Anbiya`: 20).

Sabda Nabi saw,

أƒأ³أکأ¸أ³أٹأ¶ أ‡أ،أ“أ¸أ³أ£أ³أ‡أپأµآ، أ¦أ³أچأ³أ‍أ¸أ³ أ،أ³أ¥أ³أ‡ أƒأ³أ¤أ؛ أٹأ³أ†أ¶أکأ¸أ³ أ£أ³أ‡ أ£أ¶أ¤أ؛ أ£أ³أ¦أ؛أ–أ¶أڑأ² أƒأ³أ‘أ؛أˆأ³أڑأ³ أƒأ³أ•أ³أ‡أˆأ¶أڑأ¶ أ£أ¶أ¤أ؛أ¥أ³أ‡ آ، أ…أ¶أ،أ‡أ¸أ³ أ¦أ³أ‌أ¶أ­أ؛أ¥أ¶ أ£أ³أ،أ³أںأµ أ‍أ³أ‡أ†أ¶أ£أ± أ،أ،أ¥ أƒأ³أ¦أ؛ أ‘أ³أ‡أںأ¶أڑأ± أƒأ³أ¦أ؛أ“أ³أ‡أŒأ¶أڈأ± .

“œLangit berderit dan ia memang patut berderit, tidak ada satu tempat di langit seluas empat jari kecuali padanya malaikat berdiri kepada Allah atau ruku”™ atau sujud.”‌ (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).
Wallahu a’lam.

(Rujukan: Syarah Ushulil Iman Ibnu Utsaimin, Syarah al-Aqidah al-Wasithiyah Ibnu Utsaimin, Kitab Tauhid Ibnu Fauzan jilid 2).


———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Selasa,23 Oktober 2007/11 Syawal 1428H

Print Friendly