Beriman Kepada Nash-nash Wa’d (janji) Dan Wa’iid (ancaman)

A. URGENSI IMAN

Sebuah bangunan atau sebuah pohon tegak dengan kokoh karena ia ditopang dengan pondasi atau akar yang kuat dan mantap. Pondasi bagi bangunan atau akar bagi pohon inilah iman dalam agama. Agama tanpa dasar iman tidak akan tegak dan kebaikan tanpa landasan iman akan sia-sia. Dari sini maka ahli ilmu menyatakan bahwa salah satu syarat sah sebuah amal kebaikan adalah hendaknya pelakunya beriman. Firman Allah,

æÞÃãäÇ Åáì ãÇ ÚãáæÇ ãä Úãá ÃÌÚáäÇå åÈÇà ãäËæÑÇ .

œDan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (Al-Furqan: 23).

ãËá ÇáÃíä ßÃÑæÇ ÈÑÈåã ÃÚãÇáåã ßÑãÇà ÇÔÊÃÊ Èå ÇáÑíà Ãí íæã ÚÇÕà áÇíÞÃÑæä ããÇ ßÓÈæÇ Úáì Ôíà ¡ à áß åæ ÇáÖáÇá ÇáÈÚíà .

“œOrang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” (Ibrahim: 18).

Imam Muslim menulis sebuah bab di Shahihnya, “˜Bab Man Lam Yu”™min Lam Yanfahu Amalun Shalih”™ (bab barangsiapa tidak beriman maka amal shalih tidak berguna baginya). Kemudian dia meriwayatkan hadits Aisyah berkata, aku berkata kepada Rasulullah saw, “œIbnu Jud”™an semasa jahiliyah bersilaturrahim dan memberi makan orang miskin, apakah ia berguna baginya?” Nabi saw menjawab, “œTidak berguna baginya karena dia tidak pernah berkata di suatu hari, “˜Ya Rabbi ampunilah kesalahanku pada Hari Pembalasan.” Maksudnya dia tidak beriman.

Jika memang kedudukan iman adalah demikian maka tidak sekedar layak, akan tetapi harus, bagi seorang muslim untuk mengetahui ilmu iman karena amal-amal kebaikannya bertumpu kepadanya.

B. MAKNA IMAN

Iman dari sudut bahasa berarti iqrar (pengakuan) dan tidak ada iqrar tanpa tashdiq (pembenaran).

Iman secara syara”™ adalah ucapan dan perbuatan. Yang pertama adalah ucapan hati dan lisan. Yang kedua adalah perbuatan hati dan anggota badan.

Yang dimaksud dengan ucapan hati adalah pengakuan dan pembenarannya.

Yang dimaksud dengan ucapan lisan adalah ucapan syahadatain.

Yang dimaksud dengan perbuatan hati adalah keinginannya seperti keikhlasan, tawakal, menyintai dan lain-lain.

Yang dimaksud dengan perbuatan anggota badan adalah jelas.

C. APAKAH PERBUATAN ANGGOTA BADAN TERMASUK IMAN ?

Ya. Ia termasuk iman dan inilah pendapat Ahlus Sunnah wal Jamaah dan ia adalah pendapat yang benar karena ditopang oleh banyak dalil dari al-Qur`an dan hadits. Di antaranya:

1. Firman Allah,

æãÇ ßÇä Çááå áíÖíÚ ÅíãÇäßã .

“œDan Allah tidak menyia-nyiakan imanmu.” (Al-Baqarah: 143).

2. Sabda Nabi saw,

ÇáÅíãÇä ÈÖÚ æÓÈÚæä ¡ Ãæ ÈÖÚ æÓÊæä ÔÚÈÉ ¡ ÃÃÃÖáåÇ Þæá áÇÅáå ÅáÇ Çááå ¡ æÃÃäÇåÇ ÅãÇØÉ ÇáÃÃì Úä ÇáØÑíÞ ¡ æÇáÃíÇà ÔÚÈÉ ãä ÇáÅíãÇä .

“œIman itu tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih yang paling utama adalah ucapan “˜La ilaha illallah”™ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan rintangan (kotoran) dari tengah jalan, sedang rasa malu itu (juga) salah satu cabang dari iman.” (HR. Muslim).

Hadits ini mencakup ucapan lisan, perbuatan anggota badan dan perbuatan hati.

D. IMAN BERTAMBAH

Salaf shalih berpendapat bahwa iman bertambah dan berkurang, secara umum ia bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiyatan.

Di antara dalil yang menetapkan bertambahnya iman adalah firman Allah,

æÅÃÇ ãÇ ÃäÒáÊ ÓæÑÉ Ããäåã ãä íÞæá Ãíßã ÒÇÃÊå Ã¥ÃÃ¥ ÅíãÇäÇ ¡ ÃÃãÇ ÇáÃíä ÃÇãäæÇ ÃÒÇÃÊåã ÅíãÇäÇ æåã íÓÊíÔÑæä .

“œDan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “˜Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?”™ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.” (At-Taubah: 124).

Di antara dalil yang menetapkan berkurangnya iman adalah sabda Nabi saw di ash-Shahihain tentang nasihat beliau kepada para wanita, “œAku tidak melihat wanita-wanita yang kurang akal dan agamanya yang bisa mengacaukan akan seorang laki-laki yang teguh daripada salah seorang dari kalian.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits ini menetapkan kekurangan agama bagi wanita yang berarti kekurangan iman.

E. SEBAB-SEBAB BERTAMBAHNYA IMAN

1. Ma”™rifatullah dengan nama-nama dan sifat-sifatNya. Jika pengetahuan seorang muslim tentang Allah bertambah maka bertambah pula imannya.

2. Mengkaji ayat-ayat Allah: kauniyah dan syariyah.

Firman Allah,

Þá ÇäÙÑæÇ ãÇÃÇ Ãí ÇáÓãÇæÇÊ æÇáÃÑÖ ¡ æãÇ ÊÛäí ÇáÃíÇÊ æÇáäÃÑ Úä Þæã áÇíÄãäæä .

“œKatakanlah, “˜Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Yunus: 101).

Semakin dalam seseorang mengkaji alam semesta ciptaan Allah maka dia semakin tahu dan akan bertambah imannya. Begitu pula jika dia mengkaji ayat-ayat Allah syariyah, niscaya dia akan menemukan tuntunan-tuntunan dan ajaran-ajaran yang tidak bertentangan dengan akal, justru mengagumkan akal, maka imannya akan bertambah.

3. Meningkatnya ketaatan dan kebaikan,karena ketaatan termasuk iman maka jika ia bertambah, bertambah pula iman.

4. Menjauhi dosa-dosa karena Allah, karena dosa mengurangi iman, jika tidak dijauhi maka iman tidak bertambah.

F. SEBAB-SEBAB BERKURANGNYA IMAN

Sebab-sebabnya adalah kebalikan dari sebab-sebab bertambahnya iman. (Rujukan: Kitab tauhid 2 oleh tim ahli tauhid, syarah al-Washithiyah oleh Ibnu Utsaimin, at-Taudhih wal Bayan li Syajaratil Iman oleh Ibnu Sa”™di).


———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Kamis,30 Agustus 2007/16 Sya’ban 1428H

Print Friendly