Kedua : Beriman Kepada Para Malaikat

KEDUA: BERIMAN KEPADA PARA MALAIKAT

Beriman kepada para malaikat merupakan rukun (pilar) iman kedua. Para malaikat (termasuk) alam ghaib, mereka adalah makhluk yang selalu beribadah kepada Allah subhanahu wata’aala dan mereka tidak mempunyai sedikitpun sifat-sifat ketuhanan (baik rububiyah maupun uluhiyah), maka dari itu mereka tidak boleh dijadikan sebagai sembahan selain Allah.

Mereka telah dianugerahi sifat kepatuhan yang sempurna kepada perintah-perintah-Nya dan kemampuan untuk melaksanakannya. Jumlah mereka sangat banyak dan tidak mengetahuinya selain Allah. Beriman kepada para malaikat mencakup hal-hal berikut:

  • Beriman dan mempercayai wujud (keberadaan) mereka.

  • Beriman dan mempercayai para malaikat yang telah diajarkan namanya kepada kita, seperti Jibril. Sedangkan para malaikat yang tidak kita ketahui namanya kita hanya berkewajiban beriman kepada mereka secara global. Maksudnya adalah kita beriman bahwasanya Allah subhanahu wata’aala, mempunyai malaikat yang jumlahnya sangat banyak tanpa harus mengetahui nama-nama mereka.

  • Beriman kepada sifat-sifat mereka, seperti sifat malaikat Jibril. Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam telah memberitakan bahwasanya beliau pernah melihat Jibril seutuhnya sebagaimana ciptaan aslinya mempunyai sayap dan menutupi langit. Malaikat juga bisa berubah bentuk –sesuai dengan perintah Allah- menjadi seperti seorang lelaki, sebagaimana terjadi pada Malaikat Jibril di saat Allah mengutusnya kepada Siti Maryam, ibu dari Nabi Isa Al-Masih ’alaihis salam : “Maka ia menampakkan diri kepadanya sebagai seorang lelaki sempurna”. Dan ketika datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam di saat beliau duduk bersama para sahabatnya, Jibril datang dengan menyerupai seorang lelaki yang berpakaian putih cemerlang dan berambut hitam pekat, namun tidak tampak bekas jalannya dan tidak dikenal oleh seorangpun dari para sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam, Jibril duduk di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam dengan menyandarkan kedua lututnya kepada lutut Nabi shallallahu ‘alahi wasallam dan meletakkan kedua tangannya di atas paha Nabi, lalu bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alahi wasallam tentang Islam, Iman dan Ihsan serta kiamat dan tanda-tandanya. Lalu Nabi shallallahu ‘alahi wasallam menjawab pertanyaannya. Setelah Jibril pergi, Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Itu adalah Jibril, ia datang kepada kalian mengajarkan agama kepada kalian”.

    Dan begitu pula para malaikat yang diutus Allah kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Luth dalam bentuk seperti seorang laki-laki.

  • Beriman dan mempercayai tugas-tugas yang mereka lakukan, seperti bertasbih kepada Allah dan beribadah kepadanya siang-malam tanpa jemu atau bosan.
    Dan di antara mereka ada yang mempunyai tugas khusus seperti Jibril al-Amin yang bertugas menyampaikan wahyu-Nya kepada para nabi dan utusan-Nya. Dan Mikail yang bertugas menurunkan hujan dan tanaman, Malaikat Malik yang bertugas menjaga neraka dan para malaikat-malaikat yang bertugas menjaga manusia.

Beriman kepada malaikat membuahkan nilai-nilai penting, di antaranya:

  • Mengetahui keagungan Allah subhanahu wata’aala, kekuatan dan kerajaan-Nya, karena keagungan makhluk menunjukkan kepada keagungan Sang Khaliq (pencipta).

  • Bersyukur dan berterima kasih kepada Alah atas inayah (perhatian)-Nya kepada manusia, dimana Allah menugaskan sebagian para malaikat untuk menjaga mereka dan mencatat amal perbuatan serta mengurusi kemaslahatan-kemaslahatan lainnya

  • Bertaqarrub kepada Allah dengan cara mencintai para malaikat atas tugas yang mereka lakukan demi keridhaan Allah.

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Selasa, 8 Januari 2008/29 Dzulhijjah 1428H

Print Friendly