Kisah Nabi Isa As Dan Ibunya, Kisah Nabi Zakaria As Dan Yahya As (2-2)

Adapun di antara faidah yang dapat diambil dari kisah di atas adalah bahwa nazar telah disyari’atkan pada umat-umat terdahulu, dimana Nabi SAW telah menyabdakannya dengan ungkapan yang bersifat menyeluruh dengan maksud membenarkan ketentuan nazar yang benar dan membatalkan ketentuan nazar yang bathil, seraya bersabda, “Barangsiapa yang bernazar untuk melakukan ketaatan kepada Allah, maka wajib atasnya melakukan ketaatan kepada-Nya dan barangsiapa yang bernazar untuk berbuat kemaksiatan kepada Allah, maka wajib atasnya untuk tidak berbuat maksiat kepada-Nya.”*

Faidah lainnya, bahwa di antara ni’mat Allah SWT yang diberikan kepada seseorang adalah bahwa ia berada di bawah pemeliharaan orang-orang yang shalih serta pilihan, karena keberadaan pendidik dan pemelihara akan memberikan pengaruh yang besar terhadap kehidupan, akhlak dan pendidikan orang yang dididik atau dipeliharanya. Karena itulah, maka Allah Ta’ala memerintahkan kepada para pendidik supaya memberikan pendidikan yang baik yang di dalamnya mencakup anjuran agar berakhlak terpuji dan larangan berakhlak tercela.

Faidah lainnya ialah penetapan sejumlah kemuliaan atas para kekasih Allah, dimana Allah memuliakan Maryam dengan sejumlah kemuliaan, yaitu:

– Ia berada dalam pemeliharaan Nabi Zakariya AS yang telah berhasil memenangkan undian untuk menetapkan siapakah yang pantas memeliharanya.

– Allah telah memuliakannya dengan memberinya rezki tanpa didahului sebab (usaha).

– Allah telah memuliakannya dengan keberadaan Nabi Isa AS yang dilahirkannya dan titah malaikat kepadanya yang dapat menentramkan hatinya serta dengan perkataan Nabi Isa AS saat berada dalam buaian, dimana kemuliaan yang terakhir adalah perpaduan antara kemulian seorang kekasih Allah dan mu’jizat seorang nabi.

Faidah lainnya berkenaan dengan tanda-tanda keagungan Allah yang ditunjukkan melalui tangan Nabi Isa AS, seperti: menghidupkan orang yang mati, menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang menderita penyakit sopak (kusta) dan tanda-tanda keagungan Allah lainnya.

Faidah lainnya, bahwa Allah telah memuliakan Nabi Isa AS dengan menjadikan hawariyyun (pengikut setia) baginya sebagai penolong pada masa hidupnya, dan setelah beliau diangkat, dalam menyebarkan dakwahnya dan menolong agamanya, sehingga para pengikutnya menjadi banyak. Tetapi di antara mereka itu ada kelompok pengikut yang setia, yang beriman kepadanya secara hakiki dan beriman kepada seluruh rasul. Kemudian di antara mereka ada pengikut yang menyimpang, yaitu orang-orang yang telah melakukan penyelewengan di dalamnya. Mereka merupakan kelompok mayoritas dari orang-orang mengaku dirinya sebagai pengikutnya, padahal mereka adalah orang-orang yang sangat jauh dari ajarannya.

Faidah lainnya, bahwa Allah Ta’ala telah memuji Maryam atas kesempurnaan keyakinannya, dimana ia telah meyakini kebenaran kalimat (firman) Rabbnya dan kitab-kitab-Nya, dan ia termasuk golongan orang-orang yang taat beribadah. Allah Ta’ala telah menyifatinya dengan ilmu yang mendalam, ibadah yang terus-menerus dan khusyu’ kepada Allah, dan Allah juga telah memilihnya dan melebihkannya atas wanita-wanita yang lainnya di muka bumi ini.

Faidah lainnya, bahwa berita yang disampaikan Allah kepada Rasulullah SAW mengenai kisah ini dan kisah lainnya secara rinci yang sesuai dengan kenyataan merupakan dalil yang menunjukan kebenaran risalahnya dan salah satu tanda kenabiannya, sebagaimana firman-Nya, “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad).” (Ali ‘Imran: 44).

CATATAN:

* Imam Malik mentakhrijnya dalam kitabnya Al-Muwaththa’ (8) dan Al-Bukhari (6696) dari hadits Aisyah RA


———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Rabu, 3 Desember 2008/4 Dzulhijjah 1429H

Print Friendly