Shalat IFTITAH Berjamaah Saat TARAWIH, Apakah Ini Diajarkan Oleh Nabi Muhammad?

Shalat Iftitah Saat Tarawih

وسئل فضيلته : هل السنة في التراويح أن تفتتح في ركعتين خفيفتين كصلاة القيام أم لا ؟؟

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ditanya mengenai apakah termasuk sunnah Nabi dalam shalat Tarawih membukanya dengan dua rakaat ringan sebagaimana dalam shalat Tahajud?

أجاب : لا ،ليس هذا هوالسنة ، لأن

صلاة القيام تفتتح بركعتين خفيفتين حيث ان الشيطان اذا نام الانسان عقد على قافيته ثلاث عقد، فاذا قام وذكر الله انحلت عقدة فاذا توضأ انحلت الثانية فاذا صلى انحلت الثالثة ولهذا كان مشروعا تخفيف الركعتين الأوليين من قيام الليل ليكون ذلك أسرع فيحلّ العقد .

Jawaban beliau, “Tidak, itu tidak sesuai dengan sunnah Nabi karena shalat Tahajud itu dibuka dengan dua rakaat ringan karena jika seorang itu tidur maka setan memasang  tiga ikatan pada tengkuknya. Jika orang tersebut bangun dan berdzikir mengingat Allah maka lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu maka lepaslah ikatan yang kedua. Jika dia mengerjakan shalat maka lepaslah ikatan ketiga. Oleh karena itu dituntunkan untuk mengerjakan dua rakaat tersebut dengan cepat agar semakin cepat hilangnya ikatan setan tersebut” [Arbain Sualan fi Fiqh Shiyam wa Fadhli Qiyam].

sumber : http://ustadzaris.com/shalat-iftitah-saat-tarawih

silahkan bandingkan dengan kesimpulan majlis tarjih ormas muhammadiyah,

———-
Sumber: Asli Bumiayu – www.aslibumiayu.net – Senin, 3 Maret 2014/1 Jumadil Awal 1435H

Print Friendly