Tahlilan Itu Kan Isinya Adalah DOA,.. So.. Yang Butuh Doa Bukan Orangtua Yang Sudah Mati Saja..

Mendoakan orang tua ,.. jangan nunggu orangtua mati,..

Ada kisah,. seorang istri ditinggal mati suaminya, dan dia memiliki seorang anak yang sudah besar,.

Si anak tidak melakukan ritual tahlilan kematian untuk bapaknya,..
Si ibu berkata :
Nak,.kok bapakmu tidak ditahlilkan,, apa kamu ga kasihan sama bapakmu?

Si anak menjawab,. Kenapa ibu,..
Si ibu menambahkan,. Nak, tahlil itu kan doa,..

Si anak menjawab, bu, saya sudah berdoa setiap hari untuk ayah,.
Si ibu terdiam,. tapi ya sambil cemberut, karena si anak tidak mau melakukan ritual tradisi masyarakat,. yaitu tahlilan..
Suatu saat berlalu..
Lalu si anak bertanya kepada si ibu,.
Ibu, saya mau melakukan tahlilan…

Si ibu gembira, mendengar anaknya berkata begitu,..
Si ibu menimpali,. bagus nak,. kenapa baru sekarang, bukan ketika 7 hari, 40 hari,.

Si anak menimpali,. iya bu, tapi saya bukan tahlilan untuk ayah,.

Si ibu kaget dan bertanya, lalu untuk siapa nak?
Si anak menjawab,.. Untuk ibu…

Si ibu tentu marah, sambil melotot berkata,..
Kamu anak kurang ajar,. durhaka kamu,.. ibumu ini masih hidup,. belum mati,. kok berani-beraninya kamu melakukan itu kepada ibu?..
Kamu ingin ibu cepet mati? begitu??…

Si anak menjawab,.. Ibu, kan tahlilan itu isinya doa,. dan yang butuh doa si anak itu bukan orangtua yang sudah mati saja,..
Apakah ibu tidak butuh doa? apakah salah jika saya mendoakan ibu dengan cara tahlilan?..

Gantian si ibu yang terdiam , dan mikir,…
Iya juga yah nak,.. berarti ada hal yang ngga beres dengan ritual yang sering masyarakat lakukan,..

Si anak yang sudah paham agama ini menimpali,.

Iya bu, acara ritual tahlilan itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah,.
Itu hanya budaya lokal indonesia saja,. lalu diikuti negara sekitarnya,..

Tahlilan tidak dikenal di negara asal islam, tapi ngetrend di negara ini,..

Oleh karena itu bu, dalam mengamalkan ajaran islam ini, bukan ikut tradisi masyarakat,.
Tapi ikut kepada Dalil, baik dari Alquran atau sunnah, dan jika tidak ingin salah dalam menafsirkan dan mengamalkannya, ikutilah pemahaman para sahabat dalam mengamalkan amalan dari Alquran atau sunnah tersebut,…

Akhirnya si ibu menjadi paham,…

Oh, iya nak, terimakasih,.. ibu memang kurang paham tentang hal ini,..
Mudah-mudahan kamu menjadi anak yang shalih nak,. menunjuki ibu, juga tetangga dan masyarakat,..

Maafkan ibu, tadi menganggap kamu ini anak durhaka karena mau melakukan tahlilan untuk ibu yang belum mati,..

Si anak terharu,. si ibupun menitikkan airmata..

—- maaf,.. kisah diatas hanya karangan..— dengan maksud untuk membuka cara pandang kita tentang tahlilan…

———-
Sumber: Asli Bumiayu – www.aslibumiayu.net – Jumat,11 September 2015/27 Dzulkaidah 1436H

Print Friendly