APAKAH SETIAP ANJING MENGGONGGONG HARUS KITA LEMPARI DENGAN BATU? (Catatan: Tidak Semua Tuduhan Mereka yang Mengaku-Ngaku sebagai SALAFI SEJATI mesti Ditanggapi)

Setelah memberikan jawaban panjang lebar dalam sebuah tanya-jawab tentang Abdurrahman Abdul Khaliq, salah seorang tokoh Jum’iyyah Ihya’ At Turats, Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah kembali ditanya oleh sebagian ikhwah Kuwait. “Bukankah Anda sudah berniat untuk membantah Abdurrahman Abdul Khaliq dalam kitab yang tercetak?”. Syaikh Muqbil waktu itu menjawab,

“Tidak. Saya tidak punya niat [membantahnya], karena ucapannya tidak ada isinya. Adapun majalah Al Furqan, bagi kami di Yaman, adalah majalah pengemis yang diisi oleh seorang pendusta bodoh, ‘Ammar bin Nasyir. Saya tidak bersemangat membantahnya. Bahkan, kami hanya membantah orang-orang yang memiliki ilmu. Seperti empat hadits yang dikritik oleh Ali Ridho, dalam kitab Ahadits Mu’allah. Saya membantahnya dalam sebuah kitab kecil, bi hamdillah. Jadi, yang kami bantah adalah mereka yang memiliki ilmu. ADAPUN ORANG-ORANG YANG TIDAK MEMILIKI ILMU, MAKA TIDAK KAMI BANTAH.

لَوْ كُلُّ كَلْبٍ عَوَى أَلْقَمْتُهُ جَحَرًا         كَانَ الْحَصَى كُلُّ مِثْقَالٍ بِدِيْنَارٍ

Jika tiap anjing menggonggong saya sumpal dengan batu,

Niscaya setiap bongkah kerikil akan dihargai dengan dinar

Sebagaimana juga disyairkan,

أَوَ كُلَّمَا طَنَّ الذُّبَابُ زَجَرتُهُ         إِنَّ الذُّبَابَ إِذَنْ عَلَيَّ كَرِيْمٌ

Apakah setiap lalat yang hinggap saya tepis?

Sungguh jika begitu lalat bagiku suatu yang terhormat

Majalah tersebut diterbitkan dengan dinar Kuwait. Dulunya, orang-orang suka terhadap Abdurrahman Abdul Khaliq dan mereka mengambil manfaat dari kitab-kitabnya. Sekarang, tidak tersisa, kecuali orang-orang yang mencari materi, seperti Muhammad Mahdi dan para pengikutnya dari kalangan orang-orang Sudan yang dikatakan sebagai orang-orang oportunis. Maka, rusak dan rugilah orang-orang yang menjual dakwah dengan dinar Kuwait.

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Dan siapa lagi yang lebih baik ucapannya dari orang yang mengajak kepada Allah dan mengerjakan amalan shalih serta berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri’?”. (QS. Fushilat: 33)

Rusak dan rugilah siapa saja yang menjual dakwah dengan bangunan masjid. Karena itu, harus kita jelaskan kesalahan-kesalahan mereka dan apa-apa yang mereka selisihi dari Al Qur’an dan As Sunnah. DAN SAYA MEMANDANG BAHWA ABDURRAHMAN ABDUL KHALIQ TIDAK PANTAS UNTUK DIBANTAH. Walhamdulillah, telah membantahnya Syaikh Rabi’ hafizhahullah dengan apa-apa yang Allah wajibkan kepada kalian. Jadi, beliau disyukuri atas itu.”

RUJUKAN: Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i. Tuhfah Al Mujib ‘ala As-ilah Al Hadhir wa Al Gharib (Cet. IV). Shan’a: Darul Atsar. 1426H/2005M, halaman 174-175.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Jumat,12 Juni 2015/24 Sya’ban 1436H

Print Friendly