Bagaimana Salaf Menghukumi Khawarij?

Muhammad bin Idris Asy Syafi’i rahimahullah atau yang dikenal dengan Imam Syafi’i pernah menyebutkan:

BAB KEADAAN YANG TIDAK DIHALALKAN DARAH PARA PEMBERONTAK

Seandainya suatu kelompok menampakkan pemikiran Khawarij dan menjauhkan diri dari kelompok-kelompok masyarakat dan mengafirkan mereka, tidak boleh memerangi kelompok tersebut, karena mereka masih memiliki kehormatan iman. Mereka belum masuk ke dalam keadaan yang Allah ‘azza wa jalla perintahkan untuk diperangi. Telah sampai kepada kami bahwa Ali radhiyallahu ta’ala ‘anhu, ketika sedang berkhotbah, mendengar seorang Khawarij berteriak dari pojok masjid, “Tidak ada yang memutuskan hukum kecuali Allah ‘azza wa jalla“. Ali radhiyallahu ta’ala ‘anhu pun berkata,

“Perkataan haqq yang diinginkan darinya adalah kebatilan. Kalian memiliki tiga hak pada kami.

1. Kami tidak boleh melarang kalian untuk ke masjid-masjid Allah yang kalian mengingat nama Allah di dalamnya

2. Kami tidak boleh merampas harta fai kalian selama tangan kalian bersama tangan-tangan kami

3. Kami tidak boleh memulai peperangan dengan kalian.”

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan [juga]:

Telah memberikan kabar kepada kami Abdurrahman bin Al Hasan bin Al Qaim Al Azraqi Al Ghassani, dari ayahnya, ‘Adi penah menulis surat untuk Umar bin Abdul Aziz, “Khawarij di tempat kami mencelamu.” Umar bin Abdul Aziz pun menulis surat untuk Adi, “Jika mereka mencela saya, maka celalah mereka atau maafkan mereka. Jika mereka menghunuskan senjata, hunuskan juga senjata kepada mereka. Dan jika mereka menyerang, seranglah juga mereka.”

Imam Syafi’i rahimahullahu ta’ala mengatakan:

Dengan semua itu, kita katakan, tidak halal bagi kaum muslimin untuk mencela kehormatan mereka, menumpahkan darah-darah mereka, dan merampas harta-harta fai mereka selama mereka masih dihukumi sebagai muslim. Para salaf adalah teladan mereka dalam memeragi musuh-musuh mereka. Jangan pula dilarang antara mereka dan masjid-masjid Allah serta pasar-pasar.

Rujukan: Al ‘Umm (4/229) karya Imam Syafi’i rahimahullah.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin,23 Pebruari 2015/4 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly