Beda antara Akidah dan Manhaj

Pertanyaan:

Apa perbedaan antara manhaj dan akidah? Apa keluar dari manhaj salaf dianggap sebagai bid’ah?

Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah menjawab:

Akidah seperti keyakinan terhadap perkara-perkara gaib dalam masalah tauhid. Demikian pula dalam masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah serta sifat-sifat Surga dan Neraka.

Adapun manhaj, maka ini yang dijadikan prinsip oleh seseorang atau jamaah. Jika di atas kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka itulah al haqq. Jika selain itu, maka padanya ada kesesatan sesuai kadar jauhnya ia dari Al Qur’an dan As Sunnah serta keluarnya ia dari jalan para salaf ridhwanullah ‘alaihim. Itulah bid’ah.

Sebab bid’ah bertingkat-tingkat. Di antaranya ada bid’ah yang kecil. Di antaranya ada yang pelakunya sampai pada kekafiran, sebagaimana yang terjadi pada sebagian Khawarij ketika mengatakan, “Surat Yusuf bukan termasuk Al Qur’an,” dan membolehkan menikah dengan dua perempuan bersaudara [kandung] sekaligus dalam satu waktu atau menikahi seorang bibi dan keponakannya sekaligus.

Karena itu, sebagian Khawarij dan Rafidhah kadang-kadang ada yang bid’ah mereka mencapai kekufuran, seperti Khaththabiyah. Sebagian lain membangun manhaj di atas kebodohan dan hawa nafsu. Mereka masuk dan menceburkan diri le dalam pemungutan suara dan pemilihan umum serta bersikap oportunis. Mereka pun tidak membedakan lagi antara Sufi, Sunni, dan Syiah. Bahkan, bersama mereka. Sampai-sampai, jika anjing-anjing dan keledai-keledai bisa diambil suaranya, mereka pasti akan mengambilnya juga.

 

Rujukan: Gharah Al Asyrithah ‘ala Ahli Al Jahli wa As Safsathah: Juz II (Cet. II). Shan’a: Maktabah Al Atsariyah. 1425H/2004M, halaman 14. Bisa juga diakses di alamat (terakhir mengakses pada tanggal 4 Maret 2015).


———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Kamis, 5 Maret 2015/14 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly