Beginilah Para Salaf ketika Menasehati Seseorang

Imam jarh wa ta’dil pada masanya, Yahya bin Ma’in rahimahulahu ta’ala, pernah mengatakan,

“Tidaklah kulihat kesalahan pada seseorang, kecuali aku tutupi dan aku ingin untuk menutupnya dengan sesuatu yang baik. Dan tidaklah aku menemui seseorang yang terlihat di wajahnya sesuatu yang tidak ia sukai, kecuali aku terangkan kepadanya kesalahannya. Antara aku dan dia saja. Jika diterima, itulah yang diharapkan. Jika tidak, aku biarkan ia.”

Sumber: Siyar A’lam An Nubala’ (11/83)

Al Muzani rahimahullahu ta’ala mengatakan,

“Aku pernah mendengar Asy Syafi’ berkata, ‘Siapa saja yang menasehati saudaranya secara sembunyi-sembunyi, maka sungguh ia telah menasehati dan memuliakannya. Siapa saja yang menasehati saudaranya secara terang-terangan, maka sungguh ia telah merendahkan dan memperburuknya’.”

Sumber: Hilyah Al Awliya’ (9/140)

Al Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullahu ta’ala juga mengatakan,

“Mukmin itu yang menyembunyikan [aib] dan menasehati [saudaranya], sedangkan orang yang lalim itu mencabik [kehormatan] dan mencela [saudaranya].”

Sumber: Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam (hal. 77)

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=229537 diakses pada tanggal 20 Juli 2015.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Jumat,31 Juli 2015/14 Syawal 1436H

Print Friendly