BERDOA DAN BER-TAWASSUL KEPADA ORANG-ORANG YANG TELAH WAFAT

Pertanyaan:

Ayah saya meyakini seorang syaikh yang telah meninggal dunia dan syaikh ini dikenal di tengah kami sebagai wali. Maka, ayah saya pun ber-tawassul dengannya dan menyekutukan Allah dengannya di dalam doa. Sampai, ia berdoa, “Ya Rabb, Ya Sayyidi, Abdas Salam.” Terkait ini, apa hukumnya dalam Islam yang dengan itu ayah saya masih shalat, shaum, dan membayar zakat?

 

Jawaban:

Berdoa kepada orang-orang yang telah meninggal dunia dan ghaib [tidak ada], dari kalangan para nabi, para wali, dan orang-orang selain mereka—kepada mereka sajakah itu atau bersamaan dengan Allah juga—adalah syirik akbar, meskipun masih shalat, shaum, dan membayar zakat, karena firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَلاَ تَدْعُ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَنفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذاً مِّنَ الظَّالِمِينَ

“Dan janganlah engkau berdoa kepada selain Allah yang tidak bisa memberimu manfaat dan tidak bisa memberimu mudharat. Jika engkau kerjakan itu, maka sesungguhnya engkau karenanya termasuk dari orang-orang yang zalim.” (QS. Yunus: 106)

 

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ . إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ .

“Yang berbuat itu adalah Allah, Rabb kalian. MilikNya-lah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kalian seru selain Allah tidak memiliki apa-apa, meskipun setipis kulit ari biji kurma. Jika kalian seru mereka, mereka tidak mendengar seruan kalian. Dan jika mereka mendengar, mereka tidak bisa mengabulkan permintaan kalian. Pada hari kiamat nanti, mereka akan mengingkari kemusyrikan kalian dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepada kalian seperti Allah yang maha mengetahui.” (QS. Fathir: 13-14)

 

Ayat-ayat yang semakna dengan ini banyak.

وبالله التوفيق وصلّى الله على نبينا محمّد وآله وصحبه وسلّم

KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Wakil Ketua   : Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Rujukan: Fatawa lil Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts Al Ilmiyyah wa Al Ifta’: Juz I (Cet. II), Riyadh: Maktabah Al ‘Ubaikan, 1421H/2000M, halaman 80.

 


———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin,27 April 2015/8 Rajab 1436H

Print Friendly