Cara Rasulullah dan Abu Bakar Keluar dari Mekkah untuk Berhijrah ke Madinah

Dalam kitab Amali fi As Sirah An Nabawiyyah, Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami rahimahullah menulis,

Pertanyaan:

Bagaimana cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk hijrah dan siapa yang menemani beliau?

Jawaban:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu keluar [dari Mekkah] menuju Gua Tsur. Mereka berdua membuat janji dengan penunjuk jalan agar datang kepada mereka membawa kedua unta mereka setelah tiga hari.

Mereka berdua pun masuk ke dalam gua, sedangkan orang-orang musyrik berusaha keras mencari mereka sampai mendatangi gua. Allah membutakan mata orang-orang musyrik dari mereka berdua. Bagaimana pendapatmu terhadap dua orang yang ketiganya adalah Allah?

Maka, ketika telah berlalu tiga hari dan kabar-kabar tentang pencarian mereka telah mereda, penunjuk jalan yang dimaksud mendatangi mereka membawa kedua unta mereka. Mereka pun segera berangkat.

Suraqah bin Malik bin Ju’syum sempat mengejar mereka. Ketika hampir mendekati mereka, terjerembablah kaki-kaki kuda Suraqah bin Malik ke dalam tanah—sampai hampir bangkit, kembali kudanya terjerembab. Kalau saja ia tidak meminta jaminan dengan imbalan bahwa ia tidak akan menceritakan kabar Rasulullah dan Abu Bakar, [niscaya kudanya akan tetap seperti itu].

Rujukan: Al Hafiz Ibnu Ahmad Al Hakami. Amali fi As Sirah An Nabawiyyah. TTp: TPn. TTh, halaman 33-34.

Pertanyaan retoris dari Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami ini mengacu kepada ayat 40 surat At Taubah. Allah ta’ala berfirman,

إِلاَّ تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُواْ السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Jika kalian tidak menolong Muhammad, maka sungguh Allah telah menolongnya. [Yaitu] ketika orang-orang kafir [musyrikin Mekkah] mengusirnya sedang ia salah satu dari dua orang. Ketika keduanya berada di dalam gua, di waktu ia berkata kepada temannya, ‘Jangan engkau sedih. Sesungguhnya Allah bersama kita’. Maka, Allah pun menurunkan ketenangan kepadanya dan menolongnya dengan tentara yang engkau tidak melihatnya. Al Qur-an menjadikan orang-orang kafir rendah dan kalimat Allah-lah yang tinggi. Allah maha perkasa lagi maha bijaksana.” [Penerj.]

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Kamis, 9 Juni 2016/3 Ramadhan 1437H

Print Friendly