Gara-Gara Tidak Adanya KHILAFAH, Perang Di Suriah Terjadi, Betulkah?

Hizbut Tahrir Tetap Ngotot Anggap Perang Suriah Terjadi Karena Ketiadaan Khilafah

JAKARTA (gemaislam) – Perang terjadi di Suriah telah berlangsung lebih dari 1,5 tahun. Rezim Syiah Bashar Assad belum ada itikad baik untuk menghentikan serangan dan pembantainnya terhadap warga sipil rakyatnya sendiri.

Kejahatan yang telah dilakukan oleh Bashar Assad bukanlah masalah biasa, karena ia terkait permasalahan keyakinan. Hal itu terbukti dengan banyaknya bala bantuan dari gerombolan Syiah untuk membantu Bashar Assad menghancurkan muslim Suriah yang mayoritas adalah Sunni.

Iran yang notabene adalah negara Syiah menjadi penolong Bashar di barisan depan, Hizbullah Lebanon yang jelas beraqidah Syiah Rafidhah memberikan bantuan dana dan pasukannya, dan terakhir adalah tentara Mahdi dari Irak mengirimkan pasukannya ke bumi Syam. Hal ini jelas menunjukkan bahwa perang itu adalah perang aqidah, antara Syiah dengan Ahlussunnah.

“Perang Suriah adalah perang karena aqidah. Rezim Bashar Assad beraqidah Syiah Nushairiyah yang sangat jahat kepada Ahlussunnah,” kata aktifis Islam Asal Suriah, Syaikh Ghoyyats Abdul Baqi dalam beberapa acara pengajian, seminar dan temu aktifis dakwah yang diadakan di Jabodetabek, Solo, Bandung, Cirebon dan Yogyakarta.

Hal senada dikatakan oleh Angga Dhimas, relawan HASI (Hilal Ahmar Society Indonesia) yang beberapa waktu lalu pergi ke Suriah sebagai relawan tenaga medis. “Perang Suriah adalah bukan bersifat lokal, ia adalah perang antara Syiah dengan Sunni,” kata Angga dalam presentasinya di gedung Dewan Dakwah, Senin (15/10).

Selain itu, para ulama Ahlussunnah mendukung pasukan pembebasan Suriah, diantara mereka adalah Syaikh Utsman Al Khomis dan syaikh Al ‘Arifi. Juga pemerintah dan para ulama di Arab Saudi memberikan bantuan kepada mereka dengan hitungan yang tidak sedikit. Mereka semua menilai bahwa perang itu adalah membela keyakinan.

Banyak dari ulama pun berfatwa  mengenai jihad suriah, beberapa waktu lalu Syaikh Sholih Al Luhaidan, anggota Lajnah Daimah Arab Saudi, ditanya apakah mengirim bantuan untuk pasukan revolusi Suriah adalah jihad?, Beliau menjawab dengan tegas bahwa itu adalah jihad fi sabilillah.

“Jika diketahui bahwa sumbangan tersebut akan sampai dengan penuh amanat ke tangan mereka (Pasukan Revolusi Pembebasan Suriah) tidak diragukan lagi bahwa hal tersebut termasuk kedalam Jihad fi sabilillah insya Allah. Apa-apa yang bisa menguatkan Pasukan revolusi dan bisa melemahkan tentara militer rezim Suriah adalah sebuah hal yang mesti,” kata Syaikh Sholih.

Sementara itu, mufti besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh mengatakan bahwa kondisi Muslim Suriah sudah sangat membahayakan, maka kaum muslimin harus segera menolongnya.

“Demi Allah, wahai saudara-saudaraku, situasi disana sungguh membahayakan dan buruk, tapi pertama yang harus kita lakukan adalah kita berdoa kepada Allah dan bersandar kepada-Nya, kemudian mengerahkan upaya dalam pemberian bantuan kepada mereka jika memungkinkan. Negara-negara Islam di dunia harus mendukung saudara-saudara seiman di Suriah, serta mewaspadai bahaya besar yang terjadi karena sudah banyak darah yang tertumpah dan juga kehormatan yang direnggut. Tidak diketahui di zaman ini kejahatan yang lebih besar selain di Suriah,” kata Syaikh Abdul Aziz pada bulan Maret Lalu.

Kenapa Hizbut Tahrir Ngotot Khilafah?

Hidup dalam naungan khalifah yang adil dan tegaknya hukum Allah adalah dambaan setiap muslim sejati. Tetapi apakah segala permasalahan yang terjadi saat ini disebabkan ketiadaan khilafah? Sehingga jalanan macet karena tidak ada khilafah, harga Sembako mahal karena tidak ada khilafah, zina merajalela karena tidak ada khilafah, marak Korupsi karena tidak ada khilafah, kemunduran umat Islam karena tidak ada khilafah, perbedaan penentuan awal puasa dan hari raya karena tidak ada khilafah, kehidupan buruh kurang sejahtera karena tidak ada khilafah, perang di suriah pun terjadi karena tidak ada khilafah.

“Keadaan kaum muslimin saat ini yang memprihatinkan, dan khususnya perang yang terjadi di Suriah adalah terjadi karena tidak tegaknya khilafah ala manhaj an nubuwwah, maka dari itu marilah kita menyelesaikan persoalan ini dengan berusaha untuk menegakkan khilafah diatas bumi ini,”kata salah seorang petinggi HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) di gedung Dewan Dakwah, Senin (15/10).

Khilafah seakan menjadi solusi ajaib menuntaskan segala macam permasalahan dan musibah. Nampaknya hampir tidak pernah mereka menisbatkan sebab-sebab permasalahan dan bencana pada kebodohan umat Islam akan agamanya, lemahnya iman mereka kepada Allah dan hari akhir, dan lainnya yang lebih berdasar syar’i, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama dari generasi salaf.

Jika menengok sejarah ke belakang, maka didapati bahwa kehancuran kekhilafahan Baghdad waktu dulu oleh tentara tartar terjadi pada masa ‘Khilafah’ dan berkembangnya ajaran sesat yang bersumber dari filsafat Yunani, seperti Mu’tazilah terjadi di zaman Khilafah, bahkan khalifah Al Makmun pada saat itu mendukung penuh ajaran tersebut dan memaksa para ulama Ahlussunnah untuk mengikutinya.

Pernyataan Hizbut Tahrir yang menganggap perang Suriah terjadi karena ketiadaan khilafah terlalu dipaksakan dan tidak nyambung, sekaligus bertentangan dengan pendapat para ulama Ahlussunnah dan orang-orang yang mengetahui kondisi Suriah secara langsung.

“Sejauh ini langkah apa yang sudah ditempuh HTI soal Suriah?,” sebuah jawaban yang dikatakan oleh relawan yang baru pulang dari Suriah, Fathi At-Tamimi, terhadap pertanyaan yang disampaikan anggota HTI dalam acara penggalangan dana untuk muslim Suriah di Bandung, Ahad (14/10).

Sampai saat ini belum ada langkah nyata yang dilakukan oleh massa HTI terkait pembantaian Ahlussunnah Suriah, selain teriak-teriak kecil di pinggir jalan. Bagaimana khilafah versi Hizbut Tahrir akan bisa menyelesaikan perang Suriah?, sedangkan menurut mereka Syiah termasuk bagian madzhab dalam Islam bahkan dulu pernah ingin membai’at Khomeini yang jelas-jelas pemimpin Syiah Rafidhah sebagai khalifah mereka. Innaa Lillaahi wa Innaa ilaihi rooji’uun. (bms)

sumber : http://www.gemaislam.com/index.php/berita/indonesia-news-menuitem/668-hizbut-tahrir-tetap-ngotot-anggap-perang-suriah-terjadi-karena-ketiadaan-khilafah?tmpl=component&print=1&layout=default&page=

———-
Sumber: Asli Bumiayu – www.aslibumiayu.net – Kamis,13 Maret 2014/11 Jumadil Awal 1435H

Print Friendly