I’tikaf Dilakukan pada Ramadhan Saja

Pertanyaan:

Apakah i’tikaf disyariatkan juga di luar Ramadhan?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjawab:

Yang disyariatkan itu, dilakukan di Ramadhan saja. Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah i’tikaf di luar Ramadhan. Kecuali, apa yang dilakukan beliau di bulan Syawwal ketika beliau terpaksa meninggalkan i’tikaf di bulan Ramadhan di suatu tahun. Beliau pun menggantinya di bulan Syawwal.

Meski demikian, jika seseorang melakukan i’tikaf di luar Ramadhan, maka itu tidaklah mengapa. Sebab Umar radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya, saya dulu pernah bernazar untuk melakukan i’tikaf satu malam atau satu hari di Masjidil Haram.” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

أَوْفِ بِنَذْرِكَ

“Tunaikan nazarmu.” [HR. Al Bukhari dan Muslim]

Akan tetapi, seseorang tidak diperintah dan dituntut untuk ber-i’tikaf di luar Ramadhan.

Rujukan: Fahd bin Nashir bin Ibrahim Alu Sulaiman (Ed). Majmu’ Fatawa wa Rasa-il Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin: Al Mujallad XX. Riyadh: Dar Ats Tsurayya li Nasyr wa At Tauzi’. 1423H/2003M, halaman 159-160.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Sabtu,14 Maret 2015/23 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly