Jika Kedua Orangtua Tukang Maksiat AKUT

Pertanyaan:

Seseorang diuji Allah dengan seorang ayah yang sudah tua yang tidak menjaga diri dari perbuatan maksiat, seperti mendengar lagu-lagu, melihat wanita-wanita penari, dan merendahkan sebagian sahabat Rasulullah. Jika dinasehati, ayahnya tidak mau mendengar. Maka, apakah orang tesebut terkena dosa, jika ia memarahi ayahnya ketika terang-terangan melakukan apa yang menyelisihi syariat itu?

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullahu ta’ala menjawab:

Tidak boleh bagi seorang anak untuk memarahi kedua orangtuanya. Ia hanya boleh menasehati keduanya, sebagai pengamalan terhadap wajibnya menyampaikan nasehat. Ini satu sisi. Dari sisi lain, adalah karena firman Allah ta’ala,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Rabbmu telah menetapkan, ‘Janganlah kalian beribadah, kecuali kepada Allah. Dan kepada kedua orangtua hendaknya berbuat baik’.” (QS. Al Isra’: 23)

Sumber: Sumber:  ‘Amr Abdul Mun’im Salim (Ed). Al Masa-il Al ‘Ilmiyyah wal Fatawa Asy Syar’iyyah: Fatawa Asy Syaikh Al ‘Allamah Muhammad Nashiruddin Al Albani fil Madinah wal Imarat. Mesir: Dar Adh Dhiya’. 1427H/2006M, halaman 191.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Selasa, 1 September 2015/17 Dzulkaidah 1436H

Print Friendly