Kewajiban Seorang Dai dalam Berdakwah

Syaikh Abdus Salam bin Barjas Alu Abdul Karim mengatakan dalam Ushul Ad-Da’wah As-Salafiyyah,

“Dan di antara yang harus diketahui, tidak disyaratkan bagi seorang dai yang menyeru kepada Allah ‘azza wa jalla untuk menguasai seluruh hukum-hukum syar’i. Akan tetapi yang wajib baginya adalah mengilmui apa-apa yang ia dakwahkan kepadanya (maksudnya: perkara yang ia sampaikan kepada manusia haruslah ia ilmui terlebih dahulu dengan ilmu yang syar’i). Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

بَلِّغُواْ عَنِّي وَلَو آيَةً

‘Sampaikan dariku, walaupun satu ayat.’ [HR. Al-Bukhari nomor 3461, dari hadits Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma]

Jika seorang muslim telah mengetahui satu ayat dan memahami maknanya melalui [pemahaman] para ulama dan ahli tafsir, hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan seperti itu pula, mengilmui hukum-hukum syariat dengan seperti itu pula—melalui pemahaman para ulama [langsung] atau tulisan-tulisan mereka, maka sampaikanlah hal itu kepada manusia, meskipun ia tidak mengilmui apa-apa kecuali hukum, hadits, atau ayat tersebut.”

Rujukan: Asy-Syaikh Abdus Salam bin Barjis Alu Abdul Karim. Ushul Ad-Da’wah As-Salafiyyah, Kairo: Dar Sabil Al Mu’minin – Dar Al Minhaj, 1433H/2012M, halaman 37.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Kamis,29 Januari 2015/8 Rabiul Akhir 1436H

Print Friendly