Larangan Melakukan Thawaf di Selain Masjidil Haram

Pertanyaan:

Apakah kita melakukan thawaf di sekitar kuburan untuk mendekatkan diri kepada Allah?

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah menjawab:

Kita tidak thawaf, kecuali di Ka’bah. Allah ta’ala berfirman,

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Dan hendaklah kalian melakukan thawaf di Baitul ‘Atiq [Masjidil Haram].” (QS. Al Hajj: 20)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ طَافَ بِالبَيْتِ سَبْعًا وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَ كَعِتْقِ رَقَبَةٍ

“Siapa saja yang thawaf di Ka’bah tujuh kali dan shalat dua rakaat, maka ia seperti membebaskan seorang budak.” [HR. Ibnu Majah]

Sumber: Muhammad bin Jamil Zainu. Khudz ‘Aqidatak min Al Kitab wa As Sunnah Ash Shahihah. TTp: TPn. TTh, halaman 15-16.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Rabu,27 Januari 2016/16 Rabiul Akhir 1437H

Print Friendly