Memaafkan Seorang Ulama yang Tergelincir dan Terjatuh dalam Kesalahan

Dalam kitab Miftah Dar As Sa’adah wa Mansyur Wilayah Ahlil ‘Ilmi wal Iradah, Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’ala menyebutkan,

“Termasuk kaedah-kaedah syar’i dan juga hikmah, siapa yang banyak dan besar kebaikannya serta punya pengaruh yang jelas di dalam Islam, maka sesungguhnya ia diberi udzur [alasan] yang tidak diberikan kepada orang-orang selainnya dan diberi maaf yang tidak diberikan kepada orang-orang selainnya. Sebab, maksiat itu kotoran. Dan air yang sudah sampai dua qullah tidak akan terkotori.”

 

Terkait ucapan Ibnul Qayyim itu, Syaikh Shalih bin Saad As Suhaimi hafizhullahu ta’ala mengatakan,

“Dan ini adalah perkara yang dimaklumi di tengah manusia, diakui oleh fitrah-fitrah mereka, bahwa siapa saja yang memiliki ribuan kebaikan maka sesungguhnya ia dimaafkan atas satu atau dua kesalahan yang dilakukannya. Seperti yang dikatakan [seorang penyair],

‘Jika seorang kekasih melakukan satu dosa, maka ribuan kebaikannya akan menolongnya’.”

Sumber: Syaikh Shalih bin Sa’ad As Suhaimi. Tanbih Dzawil Afham ila Ra’bi Ash Shad’i wal Wi-am ‘ala Manhaj As Salaf Ash Shalih, halaman 44.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Selasa,27 Oktober 2015/13 Muharram 1437H

Print Friendly