Menuntut Ilmu atau Menikah Dulu?

Pertanyaan:

Mana yang lebih saya dahulukan: menuntut ilmu atau menikah? Mesti diketahui, saya sudah tidak sabar lagi untuk menikah.

Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali rahimahullah menjawab:

Jika engkau mampu bersabar dan belajar, maka bersabarlah. Maksudnya,

تَعَلَّمُوْا قَبْلَ أَنْ تُسَوَّدُوْا

“Belajarlah, sebelum engkau menjadi pemimpin,” sebagaimana yang dikatakan Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu.

Sebagian orang ada yang terhalangi menuntut ilmu karena menikah. Sebab, jika ia menikah, ia bisa meninggalkan ilmu dan menghilang [dari menuntut ilmu] sampai menyusahkan dirinya sendiri.

Jika ia memiliki kelapangan yang ia bisa menggabungkan dua maslahat tersebut, maka itu lebih baik. Jika ia mengira dirinya bisa terjerumus dalam maksiat, zina dan yang lainnya, maka wajib baginya menikah untuk membentengi dan menjaga dirinya atau sebelum memutuskan menikah hendaknya engkau shaum. Sebab, sesungguhnya itu lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.

Rujukan: Majmu’ Kutub wa Rasa-il wa Fatawa Fadhilah Asy Syaikh Al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al Madkhali (15/25)

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Rabu,25 Pebruari 2015/6 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly