Bagaimana Rasulullah Diizinkan Allah untuk Hijrah ke kota Madinah?

Dalam tanya-jawab tentang sirah nabawiyah di kitab Amali fi As Sirah An Nabawiyyah, Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami rahimahullah menulis,

 

Pertanyaan:

Kapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diizinkan untuk hijrah?

Jawaban:

Ketika orang-orang musyrik melihat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah Allah datangkan para penolong dan pembela serta para sahabat nabi telah mendapatkan tempat yang aman—yang mereka bisa berhijrah ke sana—dan saudara-saudara yang condong kepada mereka dan menolong mereka dari orang-orang yang menimpakan makar kepada Rasulullah dengan cara memenjarakan beliau, membunuh beliau atau mengusir beliau.

Lalu, orang-orang musyrik berkumpul untuk membunuh beliau. Maka, turunlah kabar dari langit kepada beliau, sehingga beliau pun lolos dari pemuda-pemuda musyrik yang mereka sedang mengepung rumah beliau dengan pedang-pedang mereka untuk membunuh beliau.

Karena itu, beliau pun membacakan kepada mereka permulaan Surat Yasin dan menaburkan tanah ke kepala-kepala mereka. Mereka tidak menyadari, kalau yang mereka kepung itu adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang sedang tidur di atas pembaringan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka tidak tahu ke mana Rasulullah pergi.

Rujukan: Al Hafiz Ibnu Ahmad Al Hakami. Amali fi As Sirah An Nabawiyyah. TTp: TPn. TTh, halaman 33.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Rabu, 1 Juni 2016/24 Sya’ban 1437H

Print Friendly