Banyak Media Memberitakan Perkosaan Terhadap Anak,. Tapi Tidak Sadar Mediapun Menayangkan Tontonan Yang Merangsang Terjadinya Perkosaan,. Dengan Tayangan Yang Syarat Mengumbar Aurat,…

Pemerkosaan , Siapa yang Disalahkan?

Semakin jauh peredaran zaman, kondisi manusia akan semakin brutal. Semakin jauh perjalanan zaman, semakin jauh pula masyarakat mengindahkan aturan islam. Sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

إِنَّهُ لاَ يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ

Sesungguhnya tidak akan datang satu zaman, kecuali zaman setelahnya lebih buruk dari pada sebelumnya. Sampai kalian bertemu dengan Rab kalian. (HR. Ahmad 12838  dan Bukhari 7068).

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan . Kasus ini bagi masyarakat kita mungkin sudah tering terlintas di telinga. Hanya saja, kasus ini dianggap istimewa. Pasalnya, pelaku kasus ini komplotan 5 bocah ingusan usia SD. Karena pelaku kejadian tergolong anak di bawah umur, mulailah masyarakat saling menuding, bagian manakah yang salah dalam kasus ini?. Satu menuding orang tua, satu menuding anaknya, satu menyalahkan teknologi, dan bahkan ada yang menyalahkan sistem pendidikan.

Namun satu yang mungkin luput dari sorotan, peran media masa. Bisa anda perhatikan, umumnya media masa berkelas di tempat kita, tidak lepas dari eksploitasi aurat wanita. Portal yang laris di negeri kita, tidak ketinggalan menampilkan kolom khusus untuk membelejeti wanita. Tujuannya satu: . Menyebarkan virus ‘zina’ di mata semua pembaca. Disadari maupun tidak, mereka telah menyumbangkan saham besar terjadinya kasus pelecehan seksual di jagat ini.

Kita bisa menilai, apa manfaatnya mereka mengulas ‘k*c*nt*k*n’ wanita? Apa pelajaran berharga bagi masyarakat tentang selebritis? Apa kepentigan pembaca dengan daftar denagn busana seadanya?

Pada paragraf ini, kita tidak sedang mengkaitkan masalah eksploitasi dengan prinsip agama. Karena umumnya mereka bukan orang yang peduli dengan agama. Hanya saja, ada satu yang bisa kita gugat dari para wartawan yang doyan gambar mesum itu. Bukankah mereka telah menyatakan akan mendukung program pendidikan?

Apakah kolom semacam ini yang disebut mendidik?? Bukankah ini semua kolom ?? Mereka mengaku peduli dengan ‘slogan pendidikan’, kenyataannya mereka agen pertama yang merusak pendidikan. Karena itu sekali lagi, layak jika mereka dianggap penyumbang andil besar terjadinya kasus pemerkosaan di indonesia.

Ancaman Menyebarkan Gambar Porno

Anda yang suka mengobral gambar pembangkit gairah, mari kita perhatikan ayat ini:

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang menyukai tersebarnnya perbuatan kekeji di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. (QS. An-Nur: 19)

Kami tujukan peringatan ayat ini bukan untuk wartawan yang gandung menyebarkan ke’mesum’an. Putus asa mereka bisa pelajaran. Kami tujukan peringatan ayat ini bagi anda yang masih memiliki secercah kesadaran dan keinginan untuk menjadi hamba yang beradab.

Ayat ini Allah turunkan sebagai lanjutan atas bantahan terhadap tuduhan zina kepada Ummul Mukminin A’isyah radhiyallahu ‘anha. Setelah Allah putihkan namanya, Allah sampaikan ancaman bahwa orang yang merasa senang ketika perbuatan tersebar di masyarakat, mereka akan mendapatkan siksa dunia akhirat.

Cakupan makna ayat ini tidak hanya sekitar kasus A’isyah. Namun semua tindakan menyukai penyebaran kekejian, tercakup di dalamnya.

Anda bisa perhatikan, ancaman yang Allah berikan dalam ayat ini adalah untuk mereka yang menyukai tersebarnya perbuatan kekejian. Hanya menyukai, merasa senang, merasa nyaman ketika semua pemicu syahwat tersebar di tengah masyarakat. Ketika anda semakin bisa menikmati penyebaran video parno, penyebaran gambar mesum, merasa senang ketika aurat tercecer di mana-mana, merasa nyaman ketika di sana banyak pemandangan pemicu nafsu, dst., hati-hati, bisa jadi terkena ancaman ayat ini.

Imam As-Sa’di dalam tafsirnya menyatakan,

إذا كان هذا الوعيد، لمجرد محبة أن تشيع الفاحشة، واستحلاء ذلك بالقلب، فكيف بما هو أعظم من ذلك، من إظهاره، ونقله؟

Jika ancaman ini ditujukan untuk orang yang hanya menyukai tersebarnya kekejian, hatinya bisa menikmati hal itu, lagi dengan tindakan yang lebih parah dari itu, tindakan menyebarkan dan memberikannya kepada orang lain. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 563).
Ya Rabb, selamatkan kami dari fitnah dunia dan fitnah ke-mesum-an.

Semoga bisa menjadi pelajaran. [AY/KS]

Artikel ini disponsori oleh Zahir Accounting. .

Anda juga dapat menjadi sponsor di dan website dakwah di , silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.

Read more by

———-
Sumber: Asli Bumiayu – www.aslibumiayu.net – Sabtu, 6 April 2013/25 Jumadil Awal 1434H

Print Friendly