Di antara Bentuk Kejahatan Syiah Rafidhah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:

Mazhab Rafidhah lebih jelek daripada mazhab Khawarij yang memberontak. Sebab, puncak tujuan Khawarij adalah mengafirkan Utsman, ‘Ali, dan para pendukung mereka berdua. Adapun Rafidhah, mereka mengafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan mayoritas sahabat-sahabat Rasulullah yang masuk Islam lebih dulu.

Rafidhah mengingkari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih daripada apa yang diingkari oleh Khawarij.

Di tengah Rafidhah terdapat kedustaan, penipuan, sikap ekstrem, dan penentangan yang tidak terdapat pada Khawarij.

Di tengah Rafidhah ada sikap memberi pertolongan kepada orang-orang kafir dalam melawan kaum muslimin yang tidak ada pada Khawarij. Rafidhah loyal kepada Mongol dan pemerintahannya, karena dengan itu mereka bisa menguasai pemerintahan kaum muslimin. Rafidhah, mereka, membantu orang-orang musyrik, Yahudi, dan Nasrani dalam memerangi kaum muslimin. Rafidhahlah faktor paling penting dalam masuknya Mongol—sebelum mereka masuk Islam—di wilayah bagian timur, di Khurasan, Irak, dan Syam. Rafidhahlah kelompok paling banyak membantu Tartar dalam merebut negeri-negeri Islam, memerangi kaum muslimin, dan menawan wanita-wanita muslimah. Makar Ibnu Al ‘Alqami serta orang semisalnya bersama khalifah waktu itu dan makar Rafidhah di Aleppo bersama penguasa Aleppo dikenal di kalangan masyarakat umum.

Demikian pula perbuatan Rafidhah dalam peperangan yang terjadi antara kaum muslimin dan orang-orang Nasrani di pesisir pantai Syam. Telah diketahui oleh orang-orang yang ahli bahwa Rafidhah bersama orang-orang Nasrani dalam memerangi kaum muslimin. Rafidhah membantu mereka merebut negeri-negeri Islam, ketika datang Mongol. Penaklukan Akka dan daerah-daerah lainnya di pesisir pantai Syam menyesakkan Rafidhah. Jika kaum muslimin berhasil mengalahkan orang-orang Nasrani dan musyrik, maka itu kesedihan bagi Rafidhah. Jika orang-orang musyrik dan Nasrani menguasai kaum muslimin, maka itu kebahagiaan dan sesuatu yang menggembirakan buat Rafidhah.

Ke tengah barisan Rafidhah, masuk orang-orang zindiq dan mulhid dari kalangan Nushairiyah, Ismailiyah, dan yang semisal dari kalangan Qaramithah dan selain mereka yang ada di Khurasan, Irak, Syam, dan sebagainya. Rafidhah itu akidahnya Jahmiyah-Qadariyah. Dalam akidah mereka, terdapat kedustaan, kebidahan, dan kebohongan atas nama Allah dan rasulNya yang lebih dahsyat daripada yang ada di tengah Khawarij pemberontak yang diperangi oleh Amirul Mukminin Ali dan seluruh sahabat Rasulullah atas perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bahkan, di tengah Rafidhah terdapat kemurtadan dari syariat-syariat agama, lebih parah daripada orang-orang yang menolak membayar zakat yang diperangi Abu Bakar Ash Shiddiq dan para sahabat Rasulullah dan lebih parah dari celaan Rasulullah terhadap Khawarij dalam sabda beliau,

فَهُمْ يَقْتُلُوْنَ أًهْلَ الإِسْلاَمِ وَيَدَعُوْنَ أَهْلَ الأَدْيَانِ

“Mereka itu membunuh orang-orang Islam dan membiarkan pemeluk-pemeluk agama lain.”

Rujukan: Ibnu Taimiyah. Al Fatawa Al Kubra: Juz III. Beirut: Darul Kutub Al Ilmiyyah, 1408H/1986M, halaman 546.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Rabu,25 Pebruari 2015/6 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly