Hakekat Istiqamah Adalah Terus Meniti Jalan yang Telah Dilalui Para Nabi

Dalam kitab ‘Asyru Qawa’id fil Istiqamah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhahullahu ta’ala mengatakan,

Kita mencari petunjuk untuk mengetahui hakekat istiqamah dengan melihat perkataan-perkataan yang penuh berkah dari para sahabat Rasulullah dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik terkait penjelasan makna istiqamah dan keterangan tentang hakekat istiqamah.

Ash Shiddiq di tengah umat ini, Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, terkait firman Allah ta’ala,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah…” (QS. Al Ahqaf: 13) mengatakan, “Mereka adalah orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan apapun.”

Dan diriwayatkan dari Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau pernah membaca di atas mimbar ayat ini,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah…” (QS. Al Ahqaf: 13). Lalu, beliau mengatakan, “Mereka tidak akan berpaling seperti berpalingnya rubah.”

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, terkait makna firman Allah ta’ala,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah…” (QS. Al Ahqaf: 13), beliau mengatakan, “[Istiqamah] di atas syahadat ‘la ilaha illallah’.”

Diriwayatakan pula yang semisal itu dari Anas, Mujahid, Al Aswad bin Hilal, Zaid bin Aslam As Suddi, Ikrimah, dan selain mereka.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau pernah mengatakan, “Mereka istiqamah dalam menunaikan kewajiban-kewajiban.”

Dari Abul ‘Aliyah, beliau mengatakan, “Kemudian mereka mengikhlaskan untuk Allah agama dan amal mereka.”

Dari Qatadah, terkait firman Allah ta’ala,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah…” (QS. Al Ahqaf: 13), beliau mengatakan, “Mereka istiqamah di atas ketaatan kepada Allah.”

Semua ucapan tersebut disebutkan Ibnu Rajab rahimahullah di dalam Jami’ ‘Ulum wal Hikam. Setelah itu, beliau mendefinisikan istiqamah dengan,

Istiqamah adalah meniti shirathal mustaqim. Yaitu, agama yang lurus tanpa bergeser ke kanan ataupun ke kiri. Dan itu mencakup pula mengerjakan ketaatan-ketaatan sepenuhnya, baik yang tampak ataupun yang tidak tampak. Dan demikian pula dengan meninggalkan larangan-larangan seluruhnya. Maka, wasiat ini mencakup perkara-perkara agama seluruhnya.”

Semua makna yang disebutkan itu berdekatan maknanya dan satu sama lain saling menjelaskan. Sebab istiqamah termasuk istilah-istilah yang umum yang mencakup agama keseluruhan. Ibnul Qayyim mengatakan, “Maka, istiqamah adalah kalimat yang mencakup keseluruhan agama. Yaitu yang tegak di hadapan Allah di atas hakekat kejujuran serta menepati janji.”

Sumber: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr. ‘Asyru Qawa’id fil Istiqamah. Aljazair: Darul Fadhilah. 1431H/2010M, hal.11-14.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Jumat,25 Maret 2016/15 Jumadil Akhir 1437H

Print Friendly