Hikmah Adanya Haid pada Kaum Wanita

Terkait hikmah terjadinya haid pada diri kaum wanita, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan,

“Ketika janin dalam ibu tidak mungkin memakan makanan yang biasa dimakan orang yang berada di luar kandungan dan tidak mungkin pula bagi orang yang paling menyayanginya [maksudnya, wanita yg mengandung itu] untuk menyampaikan makanan kepadanya, Allah ta’ala menjadikan kaum wanita memiliki kebiasaan mengeluarkan darah sebagai zat gizi bagi janin di dalam kandungan ibunya. Zat gizi yang seperti itu tidak perlu dikunyah dan dicerna. Zat tersebut akan sampai ke tubuh janin melalui tali pusar. Darah yang mengandung zat itu menyebar melalui pembuluh-pembuluh di tali pusar, sehingga menjadi makanan untuk janin. Karenanya, maha suci Allah, sebaik-baik pencipta. Seperti itulah hikmah haid. Karena itu, jika seorang wanita hamil, terputuslah haidnya. Ia tidak haid lagi, kecuali pada beberapa wanita saja. Begitu juga dengan wanita-wanita menyusui. Sedikit dari mereka yang masih haid, terlebih lagi di awal-awal masa menyusui.”

Sumber: Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Risalah fid Dima’ Ath Thabi’iyyah lin Nisa’. TTp: TPn. TTh halaman 4.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin, 8 Pebruari 2016/28 Rabiul Akhir 1437H

Print Friendly