Hukum Menghadiri Walimah yang Tidak Islami

Pertanyaan: 

Apa hukum menghadiri pesta-pesta atau walimah nikah yang tidak islami dengan hujjah untuk berdakwah ke jalan Allah?

Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullahu ta’ala menjawab:

Apabila yang menghadiri dapat mengubah kemungkaran yang ada, maka itu baik. Di Ash Shahihain, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu `anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang maknanya,

الدَّعْوَةُ حَقٌّ ، وَمَنْ لَمْ يُجِبْ فَقَدْ عَصَى اللهَ وَرَسُولَهُ

“Undangan itu wajib. Siapa yang tidak menghadirinya, maka ia telah memaksiati Allah dan rasulNya” atau yang semakna dengan ini.

Maka, menghadiri undangan pernikahan atau aqiqah adalah wajib.

Akan tetapi, apabila seorang mukmin kuatir dengan kedatangannya ia tidak dapat mengingkari kemungkaran yang ada, maka wajib baginya untuk menjauhi acara tersebut. Dan apabila ia bisa mengubah [kemungkaran yang ada] dan memungkinkan ia untuk memberi nasehat, maka itu baik.

Wallahul musta’an.

RUJUKAN: Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i. Gharah Al Asyrithah ‘ala Ahlil Jahli was Safsathah: Juz I. Kairo: Darul Haramain. 1419H/1998M, halaman 90


Maksudnya, Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim [penerj.]

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Sabtu, 4 April 2015/14 Jumadil Akhir 1436H

Print Friendly