Karena Tidak Ikut Menghukumi MUBTADI’, Saya Juga MUBTADI’?

Pertanyaan:

Anda telah menyebutkan kemarin bahwa siapa yang tidak menghukumi seseorang sebagai ahlul bid’ah, maka tidak bisa dikatakan ia sebagai ahlul bid’ah juga. Dan tidak juga mengharuskan ia untuk mengikuti siapa yang menghukumi orang tersebut sebagai ahlul bid’ah. Padahal sebagian ulama ada yang menyebutkan bahwa siapa saja yang tidak menghukumi seseorang sebagai ahlul bid’ah, maka ia pun sama dengan ahlul bid’ah itu. Apakah perbedaan ini bersifat lafaz?

Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad hafizhahullahu ta’ala menjawab:

Mubtadi’. Perkara bid’ah. Ya, ada memang ahlul bid’ah. Jelas perkara mereka itu. Mereka jauh dari As Sunnah. Dan bukan termasuk ahlus sunnah. Mereka memerangi As Sunnah.

As Sunnah di satu lembah, sedangkan mereka di lembah yang lain. Mereka ini, jika seseorang tidak menghukumi mereka sebagai mubtadi’, maka ia pun mubtadi’ tanpa diragukan lagi.

Adapun beberapa orang yang terjatuh pada kesalahan dan mereka terhitung sebagai ahlus sunnah dan terjatuh pada sesuatu yang salah atau pemahaman yang keliru, maka mereka tidak bisa disamakan dengan orang-orang yang pertama tadi. TIDAK PULA DIKATAKAN BAHWA YANG TIDAK MENGHUKUMINYA DENGAN MUBTADI’ IA JUGA MENJADI MUBTADI’.

RUJUKAN: diakses pada tgl 3 April 2015.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Sabtu, 4 April 2015/14 Jumadil Akhir 1436H

Print Friendly