Keutamaan Istighfar dan Nama-Nama Allah dalam Doa

Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafizhahullahu ta’ala pernah menulis,

Allah jalla wa ‘ala menyukai istighfar dan orang-orang yang ber-istighfar. Dan termasuk dari nama-namaNya jalla wa ‘ala yang paling baik adalah Al ‘Afuwwu, Al Ghafur, dan Al Ghaffar. Allah jalla wa ‘ala menyukai dari kita berdoa dengan nama-namaNya dan mengibadahiNya dengan apa-apa yang dituntut dalam nama-namaNya, sebagaimana Allah firmankan,

وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

“Dan milik Allah-lah nama-nama yang paling baik. Maka, berdoalah kalian kepadaNya dengan nama-namaNya.” (QS. Al A’raf: 180)

 

Juga, sebagaimana hadits yang dikeluarkan di dalam Ash Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Siapa saja yang menjaganya, ia akan masuk ke dalam Surga.”

Dan menjaga nama-nama tersebut tidak seperti yang dilakukan sebagian orang: mereka ambil kertas yang bertuliskan nama-nama itu, kemudian membacanya. Menjaga nama-nama yang dimaksud memiliki tiga tingkatan, sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama.

Pertama, menghafalnya.

Kedua, memahami maknanya.

Ketiga, berdoa dan beramal dengan apa yang dituntut dalam nama-nama itu.

RUJUKAN: Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al Badr. Syarh Hadits Sayyid Al Istighfar. Aljazair: Darul Fadhilah. 1431H/2010M, halaman 7-8.

HR. Al Bukhari nomor 2736, 6410, 7392 dan Muslim nomor 4836.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin,23 Maret 2015/2 Jumadil Akhir 1436H

Print Friendly