Kurban Besar dan Banyak Dagingnya ATAU Kurban Yang Mahal Harganya?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullahu ta’ala pernah ditanya, “Mana yang lebih baik dalam berkurban: yang besar yang banyak lemak dan dagingnya atau yang mahal harganya?”. Maka, beliau menjawab:

Permasalahan ini adalah apakah lebih afdol berkurban dengan yang tinggi harganya atau gemuk dan besar. Secara umum, yang paling besar itu adalah yang paling mahal harganya. Dan kurban yang besar lagi banyak dagingnya lebih afdol.

Akan tetapi, kadang-kadang sebaliknya. Jika kita melihat sisi manfaat berkurban, kita katakan, yang besar lebih afdol, meskipun murah harganya. Jika kita lihat pada sisi kejujuran dalam beribadah kepada Allah ‘azza wa jalla, maka kita katakan, kurban yang lebih mahal harganya lebih afdol. Sebab seseorang yang banyak mengeluarkan hartanya dalam beribadah menunjukkan akan sempurnanya ibadahnya dan kejujuran dalam beribadahnya.

Jawabannya, kita katakan, lihat apa yang lebih maslahat untuk hatimu. Kerjakan itu, jika dua maslahat saling bertentangan. Lihat mana yang lebih maslahat untuk hatimu. Jika engkau lihat jiwa akan bertambah iman dan ketundukannya kepada Allah ‘azza wa jalla dengan kurban yang mahal, maka berkurbanlah dengan yang paling mahal.

Sumber: Fahd bin Nashir Alu Sulaiman. Majmu’ Fatawa wa Rasa-il Fadhilah Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin: Juz XXV. Riyadh: Darul Wathan – Dar Ats Tsurayya. 1413 H, halaman 34.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin,21 September 2015/7 Dzulhijjah 1436H

Print Friendly