Mengambil Ilmu Agama dari Orang-Orang yang Disebut MUBTADI’

Pertanyaan:

Wahai Syaikh, Anda sudah mengatakan bahwa seluruh ahlul bid’ah pendusta. Apakah dipahami dari ucapan itu bahwa riwayat mubtadi’ ditolak secara mutlak? Bagaimana menggabungkan ucapan itu dengan periwayatan para imam dari ahlul bid’ah?

Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullahu ta’ala menjawab:

Itu adalah ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Dan bukan itu maksud saya.

Saya tidak memaksudkan riwayat-riwayat setiap mubtadi’ ditolak. Sebab, di antara para mubtadi’, ada yang dai. Mereka, tidak diragukan lagi, adalah pendusta-pendusta tulen. Mereka berdusta kepada orang-orang dengan menyebarluaskan bid’ah-bid’ah mereka. Karena itu, salaf kita yang shalih menjauhi periwayatan dari mereka, karena tidak selamat dari kedustaan untuk meloloskan dan menghiasi dakwah mereka.

Selain mereka, di antara para mubtadi’, ada yang jujur, bertakwa, dan bukan dai. Mereka tidak memiliki hawa nafsu yang dituruti. Kadang-kadang, mereka punya syubhat. Karena itu, engkau lihat, mereka tidak mendakwahkan bid’ah mereka. Orang-orang mukmin dan muslim, para ulama dan penuntut ilmu merasa aman dari kejahatan mereka.

Jadi, ketika mereka disifati seperti itu, mereka menjauh dari mendakwahkan kesesatan kepada manusia. Mereka menjaga diri-diri mereka dari mendakwahkan kebatilan. Mereka orang-orang yang memiliki agama, kejujuran, dan amanah. Ahlus sunnah pun menerima mereka dan memberi uzur kepada mereka.

Kadang-kadang, sebagian mereka disebut memiliki kebidahan. Kemungkinan, itu sudah mereka tinggalkan. Kemungkinan juga, syubhat itu masih ada pada diri mereka, tetapi tidak meyakini itu adalah al haq. Karena itu, orang-orang seperti ini diterima riwayat mereka. Ahlus sunnah mengambil dari mereka hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dibutuhkan dan apa-apa yang datang dari jalan mereka.

Rujukan: Majmu’ Kutub wa Rasa-il wa Fatawa Fadhilah Asy Syaikh Al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al Madkhali: Juz XV. Kairo: Darul Imam Ahmad. TTh, halaman 151.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Sabtu,28 Maret 2015/7 Jumadil Akhir 1436H

Print Friendly