Mengapa Shalat Subuh Dikeraskan Bacaannya dan Zuhur Tidak?

Pertanyaan:

Mengapa kita shalat Zuhur dan Ashar secara sirr [direndahkan bacaannya], sedangkan shalat Maghrib dan Isya’ secara jahr [dikeraskan bacaannya]?

Jawaban:

Kita kerjakan itu mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena itu, kita rendahkan bacaan pada apa yang beliau merendahkan bacaannya dan kita keraskan bacaan pada apa yang beliau mengeraskan bacaannga, sebagaimana firman Allah ‘azza wa jalla,

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, betul-betul telah ada untuk kalian pada diri Rasulullah itu teladan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 21)

Dan juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian, sebagaimana kalian melihatku shalat.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari di dalam kitab Ash Shahih beliau.

وبالله التوفيق وصلّى الله على نبينا محمّد وآله وصحبه وسلّم

KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Wakil Ketua   : Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan & Abdullah bin Qu’ud

Rujukan: Fatawa lil Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts Al Ilmiyyah wa Al Ifta’: Juz VI (Cet. II), Riyadh: Maktabah Al ‘Ubaikan, 1421H/2000M, halaman 416-417.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Sabtu,17 Oktober 2015/3 Muharram 1437H

Print Friendly