Pakai Jimat atau Rajah agar Tidak Kena Sakit ‘Ain = SYIRIK!

Pertanyaan:

Apakah kita menggantungkan manik-manik, kerang-kerangan, dan semisalnya [untuk menolak penyakit ‘ain]?

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullahu menjawab:

Kita tidak menggantungkannya untuk menolak penyakit ‘ain, karena firman Allah ta’ala,

وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ

“Dan jika Allah menimpakan satu bahaya kepadamu, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Allah.” (QS. Al An’am: 17)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Siapa saja yang menggantungkan tamimah, maka sungguh ia telah melakukan kesyirikan.” (HR. Ahmad dan disahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani)

Tamimah adalah manik-manik atau kerang-kerangan yang digantungkan untuk menolak penyakit ‘ain.

[Adapun penyakit ‘ain sendiri, maka ini adalah penyakit yang berasal dari pandangan baik yang bercampur dengan kedengkian dari seseorang yang bertabiat buruk, sehingga membahayakan orang yang dipandang, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari Akan tetapi, terkadang, ‘ain dapat terjadi karena sebuah pandangan kagum dari seseorang kepada sesuatu yang mengagumkan dirinya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif yang disahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam kitab Ash Shahih Al Jami’].

Sumber: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu. Hudz ‘Aqidatak min Al Kitab wa As Sunnah Ash Shahihah. TTp: TP. TTh, halaman 17.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin,19 September 2016/16 Dzulhijjah 1437H

Print Friendly