BERKURBAN ATAS NAMA ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

Pertanyaan:

Apa boleh menyembelih kurban atas nama orang yang telah meninggal dunia?

Jawaban:

Kaum muslimin sepakat tentang disyariatkannya hal itu. Boleh menyembelih kurban atas nama orang yang telah meninggal dunia, karena keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ ، أَوْ عِلْمٌ يَنْتَفِعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُ لَهُ

“Jika salah seorang anak Adam meninggal dunia, akan terputus amalannya kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, dan Al-Bukhari—dalam Al-Adab Al-Mufrad—dari sahabat Abu Hurairah. Menyembelih kurban termasuk ke dalam shadaqah jariyah, karena dari apa yang dikurbankan itu dapat memberi manfaat bagi orang yang menyembelihnya, orang yang meninggal dunia itu, dan selain mereka berdua.

وبالله التوفيق وصلّى الله على نبينا محمّد وآله وصحبه وسلّم

KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Wakil Ketua   : Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Rujukan: Fatawa lil Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts Al Ilmiyyah wa Al Ifta’: Juz XI (Cet. II), Riyadh: Maktabah Al ‘Ubaikan, 1421H/2000M, halaman 417-418.


Dikeluarkan oleh Ahmad (2/372); Muslim (3/1255) nomor 1631, “Kitab Al-Washiyyah,” “Bab Ma Yulhaqul Insanu min Ats-Tsawab ba’da Wafatihi”; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (1/113) nomor 38, “Bab Birrul Walidaini ba’da Mawtihima”; Abu Dawud (3/117) nomor 2880, “Kitab Al-Washaya,” “Bab Ma Ja-a fi Ash-Shadaqah ‘anil Mayyit”; At-Tirmidzi (3/660) nomor 1376, “Kitab Al-Ahkam,” “Bab Fil Waqafi”; An-Nasa-i (6/251), “Kitab Al-Washaya,” “Bab Fadhlu Ash-Shadaqah ‘anil Mayyit”; Al-Baghawi (1/230) nomor 139; Ibnu Hibban (7/286) nomor 3016; dan Al-Baihaqi (6/278).

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin, 2 Maret 2015/11 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly