DI DAERAH TERPENCIL, BELAJAR AGAMANYA GIMANA?

Pertanyaan:

Apabila saya berada di daerah yang di situ saya tidak tahu ada penuntut ilmu yang Salafi dan saya telah mencarinya, sedangkan saya tidak bisa melakukan perjalanan [guna mencari ilmu], maka apa nasehatmu?

(Fatawa fil ‘Aqidah wa Al Manhaj [Al Halaqah Ats Tsaniyah]

& situs pribadi beliau di internet [fatwa nomor 66] )

Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah menjawab:

Yakni, engkau berada di negeri yang tidak engkau temukan penuntut ilmu di sana, kecuali ahlul bid’ah dan ahlu dhalal—yang tidak engkau temukan ahlus sunnah seorang pun, maka saya anjurkan engkau untuk tidak tahu tetapi selamat fitrahmu dari mengambil ilmu kepada ahlul bid’ah. Hanya saja, jika orang yang dimaksud tidak mendakwahkan bid’ah-nya secara mutlak, maka mungkin bagimu untuk mengambil ilmu darinya. Seperti Nahwu atau sebagian ilmu. Adapun akidah, bahkan Al Qur’an dan hadits, maka jangan engkau ambil ilmu-ilmu itu darinya. Sebab, hadits telah dibukukan dan Al Qur’an terjaga. Walhamdulillah. Tafsir Al Qur’an pun ada dan terjaga. Walhamdulillah.

Rujukan: Majmu’ Kutub wa Rasa-il wa Fatawa Fadhilah Asy Syaikh Al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al Madkhali (15/28)


Orang-orang yang mengikuti kesesatan [penerj.]

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Minggu, 8 Maret 2015/17 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly