Istiqamah Itu Menggabungkan Kebahagiaan di Dunia dan Kebahagiaan di Akhirat

Dalam “Pengantar” yang diberikan untuk kitab  ‘Asyru Qawa’id fil Istiqamah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhahullahu ta’ala menulis,

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ . أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ .

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah, maka tidak ada kekuatiran pada mereka dan mereka tidak pula bersedih. Mereka itulah para penghuni Surga. Mereka kekal di dalamnya—sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Ahqaf: 13-14)

Allah ‘azza wa jalla juga berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ . نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ . نُزُلاً مِّنْ غَفُورٍ رَّحِيمٍ .

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, ‘Janganlah kalian takut dan janganlah bersedih. Bergembiralah dengan Surga yang telah Allah janjikan kepada kalian. Kamilah penolong kalian di kehidupan dunia dan akhirat. Di Surga kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan dan di dalamnya kalian mendapatkan apa yang kalian mintakan—sebagai hidangan [bagi kalian] dari Rabb yang maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Fushilat: 30-32)

Maka, istiqamah menggabungkan antara kebahagiaan di dunia dan di akhirat, kemenangan seorang hamba, dan kebaikan seluruh perkaranya. Karena itu, selayaknya bagi orang yang sayang kepada dirinya dan menginginkan kebahagiaan untuk memerhatikan istiqamah dengan perhatian yang sangat besar secara ilmu dan amal serta kokoh di atasnya sampai meninggal dunia seraya bersandar kepada pertolongan Allah tabaraka wa ta’ala.

Dan kebanyakan pertanyaan yang diberikan  kepada para ulama, penuntut ilmu dan dai serta orang-orang yang shalih adalah tentang istiqamah, tentang hakekat istiqamah, tentang perkara-perkara yang dapat membantu untuk kokoh di atas jalan Allah yang lurus, dan seterusnya dari pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan permasalahan ini.

Sumber: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr. ‘Asyru Qawa’id fil Istiqamah. Aljazair: Darul Fadhilah. 1431H/2010M, hal. 3-4.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Kamis,24 Maret 2016/14 Jumadil Akhir 1437H

Print Friendly