Kabar yang Datang dari Satu Orang Terpercaya Dapat Memberikan Faedah Ilmu dalam Permasalahan Akidah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

هَذَا أًمِيْنُ هَذِهِ الأُمَّةِ . يَعْنِي أَبَا عُبَيْدَةِ .

“Orang ini adalah orang kepercayaan umat ini. Yakni, Abu ‘Ubaidah.”

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah mengatakan:

[Hadits] dikeluarkan oleh Muslim (1297), Al Hakim (3/267), Ahmad (3/125), Abu Ya’la (2/831) dari jalur periwayatan Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas, “Bahwa penduduk Yaman datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka pun berkata, ‘Utuslah bersama kami orang yang akan mengajarkan sunnah dan Islam’.” Anas mengatakan, “Maka Rasulullah mengambil tangan Abu ‘Ubaidah dan berkata, ‘…’ lalu disebutkanlah hadits di atas. Redaksi hadits tersebut milik Muslim, sedangkan lafal hadits milik Al Hakim, “yang akan mengajarkan kami Al Qur’an.” Al Hakim mengatakan, “[Hadits ini] shahih sesuai syarat Muslim, tetapi Al Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya dengan menyebutkan ‘Al Qur’an’.”

Saya katakan, di dalam hadits tersebut terdapat faedah penting. Yaitu, bahwa khabar ahad adalah hujjah dalam permasalahan-permasalahan akidah, sebagaimana itu juga hujjah dalam permasalahan-permasalahan hukum. Sebab, kita semua harus tahu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengutus Abu ‘Ubaidah kepada penduduk Yaman untuk mengajarkan mereka hukum-hukum agama saja, tetapi juga mengajarkan akidah. Kalau khabar ahad tidak memberi faedah ilmu syar’i dalam masalah akidah dan tidak bisa dijadikan hujjah, niscaya pengutusan Abu Ubaidah sendirian kepada penduduk Yaman untuk mengajari mereka hanya menjadi sesuatu yang sia-sia. Dan ini termasuk dari apa yang tidak diinginkan syariat. Karena itu, khabar ahad ditetapkan secara yakin dapat memberikan faedah ilmu. Inilah maksudnya. Dan saya, terkait permasalahan penting ini, punya dua tulisan yang ma’ruf yang sudah dicetak berkali-kali. Bagi siapa yang ingin perincian masalah tersebut, hendaklah merujuk dua tulisan itu.

Rujukan: Muhammad Nashiruddin Al Albani. Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah wa Syai-un min Fiqhiha wa Fawa-idiha: Juz IV. Riyadh: Maktabah Al Ma’arif li An Nasyr wa At Tauzi’, hal. 605. Juga di dalam Syadi bin Muhammad Alu Nu’man (Ed). Mawsu’ah Al ‘Allamah Al Imam Mujaddid Al ‘Ashr Muhammad Nashiruddin Al Albani: Juz I. Al Manshurah: Maktabah Ibn ‘Abbas li Nasyr wa At Tauzi’. 1431 H/2010 M, hal. 369-370.


———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin,16 Pebruari 2015/26 Rabiul Akhir 1436H

Print Friendly