Kapan Saja Sujud Syukur Kita Lakukan dan Bagaimana Cara Melakukannya?

Pertanyaan:

Bagaimana sifah [bentuk], rukun-rukunnya, dan syarat-syarat sujud syukur kepada Allah ta’ala atas suatu perkara?

Jawaban:

Sujud syukur disyariatkan [1] bagi yang diberi kemudahan, [2] bagi yang diberi manfaat dan [3] diangkat mara bahaya darinya. Tentang ini, beberapa hadits dan atsar menunjukkannya.

Di antara hadits-hadits yang dimaksud adalah hadits Abu Bakrah radhiyalllahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, biasanya, jika ada perkara yang membuat beliau bahagia, lalu itu disampaikan kepada beliau, maka beliau segera sujud bersyukur kepada Allah ta’ala. Hadits ini diriwayatkan ash-habus sunan [Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa-i, Ibnu Majah] selain An Nasa-i. At Tirmidzi mengatakan, “[Hadits ini] hasan gharib.” Dan lafal milik Imam Ahmad [berupa], “Bahwa Abu Bakrah pernah menyaksikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikabari tentang kemenangan pasukan beliau atas musuh mereka. Kepala beliau [waktu itu] ada di pangkuan Aisyah. Rasulullah pun bangun, lalu segera sujud.” [HR. Ahmad dan Al Hakim]

Di antaranya juga, hadits Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu. Beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar. Beliau lalu berpaling ke arah shidqatihi. Beliau pun masuk dan menghadap kiblat, kemudian turun sujud sampai lama sujudnya. Setelah itu, beliau bangun dan bersabda,

إِنَّ جَبْرَائِيلَ أَتَانِي فَبَشَّرَنِي وَقَالَ: إِنَّ رَبَّكَ، يَقُولُ: مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ، وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَسَجَدْتُ لِلَّهِ شُكْرًا

‘Sesungguhnya Jibril mendatangiku, lalu mengabari: bahwa Allah ‘azza wa jalla berkata kepadamu, Siapa saja yang ber-shalawat kepadamu, maka Aku akan ber-shalawat kepadanya. Dan siapa saja yang menyampaikan salam kepadamu, maka Aku menyampaikan salam kepadanya. Karena itu, aku pun sujud bersyukur kepada Allah’.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad. Al Mundziri mengatakan, “Hadits tentang sujud syukur juga datang dari sahabat Al Bara’ bin Azib dengan sanad yang shahih, Ka’ab din Malik, dan selain mereka berdua.”

Adapun atsar-atsar, di antaranya, Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pernah sujud syukur ketika datang kabar tentang terbunuhnya Musailamah Al Kadzdzab. Atsar ini diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dalam kitab As Sunan karya beliau.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah sujud syukur ketika mendapatkan laki-laki dza tsadyah di tengah orang-orang Khawarij. Atsar ini diriwayatkan oleh Ahmad di dalam kitab Al Musnad.

Dan Ka’ab bin Malik pun pernah melakukannya di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, ketika mendapatkan kabar tentang tobatnya diterima Allah. Kisah ini diriwayatkan bersama oleh Al Bukhari dan Muslim.

وبالله التوفيق وصلّى الله على نبينا محمّد وآله وصحبه وسلّم

KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA

Ketua              : Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Wakil Ketua     : Syaikh Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Syaikh Abdullah bin Al Ghudayan dan Syaikh Abdullah bin Qu’ud

Rujukan: Fatawa lil Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts Al Ilmiyyah wa Al Ifta’: Juz VII (Cet. II), Riyadh: Maktabah Al ‘Ubaikan, 1421H/2000M, halaman 265-267.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Minggu,13 Maret 2016/3 Jumadil Akhir 1437H

Print Friendly