Ketika Setan-Setan Bertanya, “Siapa yang Menciptakan Allah?”

Pertanyaan:

Bagaimana kita menjawab pertanyaan setan, “Siapa yang menciptakan Allah?”?

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullahu menjawab:

Jika setan membisikkan pertanyaan itu kepada salah seorang kalian, maka hendaklah ber-ta’awwudz kepada Allah. Allah ta’ala berfirman,

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Jika setan mengganggumu dengan bisikan, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya, Allah-lah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.” (QS. Fushilat: 36)

 

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita agar menolak makar setan serta mengucapkan,

أَمَنْتُ بِاللهِ وَرُسُلِهِ ، اللَّهُ أَحَدٌ ، اللَّهُ الصَّمَدُ ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

“Aku beriman kepada Allah dan rasul-rasulNya. Allah yang maha satu. Allah tempat bergantung. Allah tidak memiliki anak dan tidak pula menjadi anak. Dan Allah—tidak ada yang bisa menandingiNya.”

Kemudian, meludah ke kirinya tiga kali dan ia sudahi dengan ber-ta’awwudz. Sebab yang demikian ini dapat menghilangkannya.

Ini adalah ringkasan dari hadits-hadits shahih yang ada dalam Shahih Al Bukhari, Shahih Muslim, Musnad Ahmad, dan Sunan Abi Dawud.

Sumber: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu. Hudz ‘Aqidatak min Al Kitab wa As Sunnah Ash Shahihah. TTp: TP. TTh, halaman 18-19.

Mengucapkan, “A’udzu billahi minasy syaithanir rajim.” (Penerj.)

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin,19 September 2016/16 Dzulhijjah 1437H

Print Friendly