Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan

Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali hafizhahullahu ta’ala pernah ditanya tentang keutamaan melakukan umrah di bulan Ramadhan. Beliau pun menjawab:

Demi Allah, terkait umrah di bulan Ramadhan, datang sejumlah hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya adalah sabda beliau,

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةٌ وَفِي رِوَايَةٍ : حَجَّةٌ مَعِي

“Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji.” Dalam riwayat lain, “Sebanding dengan haji bersamaku.”

Karena itu, umrah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan hal itu dalam hadits yang telah kalian dengarkan ini. Akan tetapi, kita tidak lupa juga untuk mengingatkan beberapa hal yang terjadi di hari-hari [Ramadhan] ini yang dilakukan di Masjidil Haram.

Demi Allah, lima atau empat bulan yang lalu, saya pergi umrah. Saya selalu melakukan umrah, ketika tiba di awal kali. Saya melakukan umrah setelah tengah malam. Saya kelelahan, setelah tengah malam. Saya merasa berat, karena berdesak-desakan. Terkhusus, di bagian-bagian yang ada pembangunan di sekitar Ka’bah yang besar.

Jadi, engkau, wahai saudaraku, andaikan engkau melakukan itu, umrahlah, lalu pulang. ‘Ala kulli hal, kita tidak melemahkan niatmu untuk tidak melakukannya, sebab umrah adalah sesuatu yang diharapkan. Dan engkau sendiri tahu, apa yang akan menimpa manusia ketika terjadi kesempitan dan kesulitan. Kadang, muncul berbagai hal dari ketidaksabaran dan kemarahan mereka. Kadang juga, muncul kesempitan pada diri mereka ketika hendak melakukan amal shalih.

Karena itu, engkau tunaikan ibadah umrah. Jika mendapati tempatnya lapang, alhamdulillah. Jika tidak, engkau dapat pahala umrah, lalu pulanglah. Adapun masjid-masjid, wa lillahil hamd, masih berdiri. Masjid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah juga masih kondusif. Berangkatlah ke sana. Kondusif, wa lillahil hamd. Dan juga di dalamnya sedikit sekali adanya ikhtilath dengan kaum perempuan. Tidak seperti Masjidil Haram. Di sana [di Masjid Nabawi], kaum perempuan punya pintu khusus dan kaum laki-laki juga punya pintu khusus. Mereka masing-masing terpisah. Engkau bisa mendapatkan pahala di masing-masingnya.

Kita mohon kepada Allah jalla wa ‘ala agar senantiasa memberi kami dan kalian semua taufikNya.

Rujukan: Tanya-jawab bersama Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali dalam sebuah muhadharah bertempat di Jami’ Al Hukair, Provinsi Abu ‘Arisy, Jazan, pada hari Kamis, 25 Sya’ban 1434 H.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Senin, 2 Maret 2015/11 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly