Konsekuensi Syahadat “La Ilaha Illallah”

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushabi Al ‘Abdali hafizhahullahu ta’ala mengatakan:

Konsekuensi syahadat “la ilaha illallah” adalah meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari berbagai macam sesembahan yang ditunjukkan dengan adanya penafian, yaitu ucapan kita, “La ilaha.” Dan mengibadahi Allah saja, tanpa sekutu bagiNya, yang ditunjukkan oleh adanya penetapan, yaitu ucapan kita, “illallah.” Allah ta’ala berfirman,

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ

“Dan Rabbmu telah menetapkan bahwa janganlah kalian beribadah kecuali hanya untukNya.” (QS. Al Isra’: 23)

 

وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً

“Dan ibadahilah oleh kalian Allah dan jangan kalian sekutukan Dia dengan sesuatu apapun.” (QS. An Nisa’: 36)

Rujukan: Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushabi Al ‘Abdali hafizhahullah. Al Qaul Al Mufid fi Adillah At Tauhid. Shana’a-Beirut: Maktabah Al Irsyad – Dar Ibn Hazm. 1427H/2006M, halaman 34.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Jumat,20 Pebruari 2015/1 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly