Makna Syahadat “La Ilaha Illallah”

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushabi hafizhahullahu ta’ala mengatakan,

 

La Ilaha illallah maknanya adalah tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan selain Allah, jika dibadahi, maka itu batil. Allah ta’ala berfirman,

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Seperti itulah, karena sesungguhnya Allah-lah al haqq dan sesungguhnya apa yang mereka seru selain Allah adalah batil dan sesungguhnya Allah-lah yang maha tinggi lagi maha besar.” (QS. Lukman: 30)

Allah ta’ala juga berfirman,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka, ilmuilah bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah.” (QS. Muhammad: 19)

Rujukan: Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushabi Al ‘Abdali hafizhahullah. Al Qaul Al Mufid fi Adillah At Tauhid. Shana’a-Beirut: Maktabah Al Irsyad – Dar Ibn Hazm. 1427H/2006M, halaman 27.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Jumat,20 Pebruari 2015/1 Jumadil Awal 1436H

Print Friendly