Pembantaian di Suriah oleh rezim syiah bukan sekedar URUSAN POLITIK, sebagaimana digembar-gemborkan oleh media massa

Jum’at, 18 Mei 2012 Tim Dokterpun Menyaksikan Kebrutalan Assad Organisasi medis internasional, “Doctors Without Borders” yang juga dikenal dengan MSF (Medecins Sans Frontieres) mengungkapkan adanya sebuah pembantaian yang dilakukan pasukan Bashar Assad.

Mereka mengatakan: “Target tentara Suriah adalah membunuh orang-orang yang sudah terluka dan orang-orang yang diduga sebagai tersangka”. Seorang dokter asal Perancis membenarkan hal itu.

 Seorang Dokter Anestesi yang tidak mau disebut identitasnya menuturkan: “Kami tinggal di Suriah selama 10 hari, setelah dengan sembunyi-sembunyi melintasi Turki. Kami mampu keluar dari Suriah setelah melakukan perjalanan berat dan harus sangat hati-hati di propinsi Idlib, utara Suriah yang telah dikepung oleh tentara Suriah” seperti dilansir kantor berita Perancis AFP.

Dokter Perancis itu mengatakan: “Kebanyakan pasien yang harus dioperasi di Rumah Sakit memilih segera kembali kerumah masing-masing karena takut ditangkap dan sulitnya proses operasi. Fasilitas kesehatan hampir semua rusak berat dan pekerja medis saat ini dianggap sebagai pejuang yang membahayakan” Seorang dokter bedah anggota MSF menjelaskan bahwa itu adalah bagian dari misi.

Dokter-dokter suriah berkata mengatakan : “penangkapan dokter dan pasiennya disamakan dengan penangkapan yang harus menggunakan persenjataan”. Dia menambahkan, “mereka di intimidasi”.

Masih menurut penuturannya, apotik juga menjadi sasaran tentara Suriah. “Memblokade sarana kesehatan adalah tindakan sangat tidak terpuji. Hal itu menjadi masalah terbesar bagi mereka yang mengidap penyakit kronis seperti gagal ginjal ataupun diabetes. Penjarahan dan pengrusakan Apotik merupakan tindakan yang sangat tercela dan biadab”, kecamnya.

Dalam maklumat terbarunya, Selasa 15/5, MSF menyerukan “keselamatan personil yang terluka dan para pekerja medis harus menjadi prioritas utama”. Surat ini ditujukan kepada Uni Eropa setelah pembaharuan sanksi mereka terhadap Suriah.

Otoritas jendral Revolusi Suriah berkata: “Pada hari Selasa lalu sebanyak 75 orang tewas karena serangan tentara Assad, termasuk 28 orang di Khan Sheikhoun propinsi Idlib.

Kondisi itu semakin jelas ketika pasukan Assad menghujani tembakan kearah para pelayat dihadapan para pengamat internasional. Aktifis menuduh bahwa mereka melakukan pembantaian disaat para pengamat internasional melakukan kunjungan”. Sebuah otoritas umum mengatakan: “diantara 75 orang yang meninggal tersebut terdapat 3 wanita, 4 anak-anak serta orang tua.

Dan pembantaian di Khan Sheikhoun terjadi ketika kaki tangan Assad menembaki para pelayat dihadapan pengamat internasional”.

sumber: facebook

———-
Sumber: Asli Bumiayu – www.aslibumiayu.net – Jumat,18 Mei 2012/26 Jumadil Akhir 1433H

Print Friendly