Perbuatan Khulafaur Rasyidin Juga Merupakan Sunnah Yang Wajib Diikuti

KEWAJIBAN MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH DAN SUNNAH KHULAFA’UR RASYIDIN

“Kalian akan melihat perselisihan yang hebat sepeninggalku, maka berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin Al Mahdiyin sepeninggalku. Gigitlah ia dengan gigi geraham (peganglah kuat-kuat), dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid’ah adalah sesat.” (Shahih Sunan Ibnu Majah)

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. [QS. Al Insaan (76):23]

2. Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. [QS. Muhammad (47):2]

3. Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali ‘Imran (3):31]

4. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamatdan dia banyak menyebut Allah. [QS. Al Al Ahzab (33):21]

5. Berpeganglah dengan sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang diberi petunjuk, gigitlah dengan gerahammu, dan hati – hatilah kamu terhadap perkara yang baru karena sesungguhnya setiap bid’ah itu adalahsesat. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, At-Tirmidzy, Al-Hakim, Al-Baghawi)

6. ‘Setiap ummatku akan masuk syurga, kecuali yang enggan’. Mereka (para sahabat) bertanya : ‘Siapa yang enggan itu ?. Jawab Beliau : ‘Barangsiapa yang mentaatiku pasti masuk syurga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan’ (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Ahmad)

7. … Barangsiapa mentaati Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia taat kepada Allah, dan barangsiapa mendurhakai Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah mendurhakai Allah … (Hadits Shahih Riwayat Bukhari)

8. Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [QS. An Nisaa’ (4):155]

9. Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” [QS. Yusuf (12):108]

10. Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telahberiman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. Al Baqarah (2):137]

11. Aku Wasiatkan kepada kalian (untuk mengikuti) para sahabatku, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka. (Shahih Sunan Ibnu Majah)

12. Kalian akan melihat perselisihan yang hebat sepeninggalku, maka berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin Al Mahdiyin sepeninggalku. Gigitlah ia dengan gigi geraham (peganglah kuat-kuat), dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid’ah adalah sesat. (Shahih Sunan Ibnu Majah)

13. Aku telah meninggalkan kalian dalam keadaan putih bersih, malam harinya (terang) bagaikan siangnya. Tak seorangpun yang berpaling daripadanya sepeninggalku kecuali akan binasa. Dan siapa diantara kalian yang masih hidup, maka dia akan banyak melihat perselisihan. Maka berpeganglah kalian pada apa yang kalian ketahui, dalam sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin Al Mahdiyin. Gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. (Shahih Sunan Ibnu Majah)

14. Ikutilah kedua orang sesudahku. “Beliau mengatakan demikian seraya menunjuk ke arah Abu Bakar dan ‘Umar”. (Shahih Sunan Ibnu Majah)

15. Patuhlah kamu sekalian kepadaku (dengan mengikuti sunnahku), para sahabatku, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian tersebar luas kebohongan. (As Silsilah Ash shahihah)

16. Sebaik-baik ummatku adalah generasi yang hidup saat akau diutus di tengah-tengah mereka, kemudian orang-orang yang datang sesudahku. Kemudian muncul satu kaum, yang bersaksi padahal mereka tidak diminta untuk bersaksi, mereka berlaku khianat dan tideak bisa dipercaya, dan menyebar kegemukan diantara mereka. (Shahih Muslim, Shahih Sunan At Tirmidzi)

17. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. [QS. At Taubah (9):100]

18. Janganlah kalian mencaci salah seorang diantara sahabatku. Sekiranya salah seorang diantara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka ia tidak akan bisa mencapai 1 mud (543 gram) infak salahseorang diantara mereka atau separuhnya. (Muttafaqun ‘Alaih)

Sesungguhnya Ahli Baitku, mereka memandang bahwa mereka adalah manusia yang paling berhak atas diriku,tapi kenyataannya bukan demikian. Sesungguhnya wali-waliku adalah orang-orang yang bertaqwa diantara kalian, siapapun mereka dan dimanapun mereka berada. (HR. Ibnu Abu ‘Ashim, dishahihkan oleh Albani)

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. [QS. Al Hujuraat (49):13]

19. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [QS. An Nisaa’ (4):65]

Semoga bermanfaat..

sumber : http://khansa.heck.in/kewajiban-mengikuti-sunnah-rasulullah-da.xhtml

———-
Sumber: Asli Bumiayu – www.aslibumiayu.net – Sabtu,17 Januari 2015/26 Rabiul Awal 1436H

Print Friendly