Peristiwa-Peristiwa Penting yang Terjadi pada Tahun Kedelapan Hijriah

Dalam kitab Amali fi As Sirah An Nabawiyyah, Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami rahimahullah menulis,

Pertanyaan:

Apa saja perang yang terjadi pada tahun kedelapan hijriah?

Jawaban:

[1] Di bulan Jumadil Ula tahun ini terjadi Perang Mu’tah yang menjadi syahid ketika itu Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhum.

[2] Di bulan Ramadhan tahun ini terjadi Perang Al Fath yang paling besar [Penaklukan Kota Mekkah]. Sebabnya, orang-orang Quraisy membatalkan perjanjian dengan membantu orang Bani Bakr menyerang Khuza’ah di Mekkah. Perang Al Fath ini adalah perang yang Allah muliakan Islam dan dimusnahkannya berhala-berhala.

[3] Kemudian, setelah perang itu, Perang Hawazin.

[4] Di tahun ini, juga [terjadi] Perang Hunain. Lalu, Perang Thaif dan pengepungan Thaif—tidak tejadi penaklukan sampai kaum muslimin mendatangi Thaif kembali tahun depannya. Sepulangnya, di bulan Dzulqa’dah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai ihram untuk umrah dari Ji’ranah setelah membagi-bagikan ghanimah.

***

Pertanyaan:

Apa saja pasukan yang diutus di tahun ini?

Jawaban:

Di tahun ini, [diutus:]

[1] Pasukan Syuja’ bin Wahb ke Hawazin

[2] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ka’ab bin Umair ke Qudha-ah. Ka’ab dan siapa saja yang bersamanya terbunuh syahid. Ada yang mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Amr bin Al ‘Ash ke Dzatus Salasil. Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkatnya untuk memimpin orang-orang Muhajirin yang di dalamnya [terdapat] Abu Bakar dan Umar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [semula] mengangkat sebagai pemimpin mereka Abu Ubaidah. Ketika mereka bertemu, kepemimpinan diserahkan kepada Amr bin Al Ash. Di perang ini, Amr bin Al Ash ber-tayammum karena dahsyatnya udara dingin dan shalat dengan itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyetujui hal tersebut.

[3] Kemudian, Pasukan Abu Ubaidah ke Siful Bahri dan di dalamnya terdapat kisah paus. Ini semua sebelum terjadi Penaklukan Mekkah.

[4] Pasukan Khalid bin Al Walid ke Bani Judzaimah. Orang-orang Bani Judzaimah mengatakan, “Shaba’na”, dan tidak bisa mengatakan, “Kami masuk Islam.” Khalid pun membunuh dan menawan mereka. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu untuk menebus mereka yang terbunuh dan mengembalikan harta-harta mereka.

[5] Setelah itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ali untuk menghancurkan berhala Uzza dan kedua peristiwa ini terjadi antara Penaklukan Mekkah dan Perang Hawazin.

Rujukan: Al Hafiz Ibnu Ahmad Al Hakami. Amali fi As Sirah An Nabawiyyah. TTp: TPn. TTh, halaman 52-54.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Jumat,15 Juli 2016/9 Syawal 1437H

Print Friendly