Peristiwa-Peristiwa Penting yang Terjadi pada Tahun Kesembilan Hijriah

Dalam kitab Amali fi As Sirah An Nabawiyyah, Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami rahimahullah menulis,

Pertanyaan:

Apa saja perang yang terjadi pada tahun kesembilan hijriah?

Jawaban:

Terjadi di bulan Rajab di tahun ini Perang Tabuk, yaitu Perang Al Usrah. Utsman bin Affan menyumbang untuk perang ini 300 ekor unta dengan kain-kain pelana dan pelana-pelananya [juga]. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu sebagai pemimpin di Madinah. Dalam perang ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat perjanjian damai dengan penduduk Ailah, Adzruh, dan Ukaidir Dumah. Beliau pulang dari Tabuk setelah 20 hari tinggal di sana. Dalam perjalanan pulang, muncul ulah dari orang-orang munafik yang karenanya Allah turunkan,

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا

“Mereka [orang-orang munafik] bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidak mengatakan [sesuatu yang menyakiti Muhammad]. Sungguh, mereka mengucapkan kalimat kufur setelah Islamnya mereka dan menginginkan apa yang tidak bisa mereka capai…” (QS. At Taubah: 74)

Pada waktu itu juga, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meratakan Masjid Dhirar dan menerima tobat tiga orang sahabat Rasulullah yang tidak ikut perang yang mereka itu adalah Kaab bin Malik, Murarah bin Rabi’, dan Hilal bin Umayyah. Tidak ada yang tidak ikut selain mereka bertiga dari kalangan orang-orang yang mampu, kecuali siapa saja yang memiliki halangan.

***

Pertanyaan:

Siapa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tunjuk sebagai pemimpin rombongan haji pada tahun ini?

Jawaban:

Yang beliau tunjuk sebagai pemimpin haji adalah Abu Bakar Ash Shiddiq dan beliau susulkan kepada Abu Bakar Ash Shiddiq Ali bin Abi Thalib untuk mengumumkan kepada jamaah haji awal Surat Al Bara-ah dan orang musyrik tidak boleh berhaji setelah tahun itu serta tidak boleh tawaf mengelilingi Ka’bah dalam keadaan telanjang seorang pun. Dan tahun ini disebut sebagai tahun utusan, karena banyaknya utusan yang datang pada tahun ini.

***

Pertanyaan:

Sebutkan nama-nama utusan yang datang di tahun ini berikut keterangan tentang yang datang pertama dan terakhir!

Jawaban:

[1] Utusan Tamim dan terkait mereka turun,

إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِن وَرَاءِ الْحُجُرَاتِ

“Sesungguhnya orang-orang yang memanggilmu dari balik kamar-kamar…” (QS. Al Hujurat: 4)

[2] Utusan Abdil Qais dan mereka datang sebelum Penaklukan Mekkah

[3] Utusan Bani Hanifah dan di tengah mereka terdapat Musailamah Al Kadzdzab

[4] Utusan Najran dan tentang mereka turun 83 ayat dari awal Surat Ali Imran

[5] Utusan Bani Amir

[6] Utusan Dhimam bin Tsa’labah, saudara Bani Sa’ad bin Bakr

[7] Utusan Thayyi’ bersama Zaid Al Khail

[8] Utusan Adi bin Hatim

[9] Utusan Daus di Khaibar dan pemimpin mereka adalah Thufail—ia diutus sebelum hijrah dan masuk Islam

[10] Utusan Asy’ari bersama rombongan yang hijrah dua kali

[11] Utusan-utusan Farwah bin Musaik Al Muradi dari kaumnya

[12] Utusan Al Azdi

[13] Utusan Al Asy’ats bin Qais Al Kindi

[14] Utusan-utusan raja Himyar dengan keislaman kaumnya membawa surat Dzu Yazan dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menulis untuk mereka Surat Amr bin Hazm Al Mustafidh

[15] Utusan-utusan Jarir Al Bajali

[16] Utusan-utusan Wa-il bin Hujr

[17] Utusan Abu Razin Al Uqaili

[18] Utusan Shuda’

[19] Utusan Al Harits Al Bakri

[20] Utusan Ibnu Abi Uqail

[21] Utusan Asyja’

[22] Utusan Farwah Al Judzami yang dibunuh Romawi

[23] Utusan Tamim bin Aus Ad Dari

[24] Utusan Fazarah

[25] Utusan Asad

[26] Utusan Bani Abs dan ini sebelum Penaklukan Mekkah—bahkan sebelum Perjanjian Hudaibiyah

[27] Utusan Bani Murrah

[28] Utusan Bani Tsa’labah di Ji’ranah

[29] Utusan Bani Al Harits di bulan Dzulhijjah tahun kesepuluh hijriah

[30] Utusan Bani Kilab

[31] Utusan Bani Ru-as—dari mereka juga

[32] Utusan Bani Al Buka-i

[33] Utusan Bani Uqail bin Ka’ab

[34] Utusan Ibnu Qusyair bin Ka’ab

[35] Utusan Kinanah

[36] Utusan Bahilah

[37] Utusan Bani Sulaim sebelum Penaklukan Mekkah dan mereka ikut serta penaklukan itu

[38] Utusan Bani Hilal bin Amir

[39] Utusan Bani Bakr, utusan Taghlib

[40] Utusan Tujib dari negeri Yaman

[41] Utusan Khaulan pada tahun kesepuluh hijriah

[42] Utusan Ju’fi

[43] Utusan Al Azdi

[44] Utusan Bani Sa’ad Hudzaim

[45] Utusan Bahra’

[46] Utusan Udzrah

[47] Utusan Bali dan di antara mereka ada yang bertanya tentang hukum barang temuan

[48] Utusan Ghassan pada tahun kesepuluh hijriah

[49] Utusan Ghamid pada tahun kesepuluh hijriah juga

[50] Utusan An Nakha’ dan ini adalah utusan terakhir di bulan Muharram tahun kesebelas hijriah

Rujukan: Al Hafiz Ibnu Ahmad Al Hakami. Amali fi As Sirah An Nabawiyyah. TTp: TPn. TTh, halaman 54-61

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Jumat,15 Juli 2016/9 Syawal 1437H

Print Friendly