Shalat Sudah Dimulai, sedangkan di Pakaian Imam Shalat Terlihat Najis

Pertanyaan:

Apakah sah shalat di belakang imam yang terdapat najis di pakaiannya, sedangkan imam dan makmumnya tidak ada yang mengetahui hal itu, kecuali setelah selesai shalat? Dan jika mereka diberi tahu, apakah semuanya mengulangi shalat itu atau cukup imamnya saja yang mengulangi shalatnya?

Jawaban:

Jika orang yang terdapat najis di pakaian atau badannya shalat dan ia tidak tahu hal itu kecuali setelah selesai shalat, maka yang shahih dari dua pendapat ulama adalah tidak mengulangi shalatnya. Tidak juga orang-orang yang menjadi makmum di shalat itu, karena apa yang telah diriwayatkan oleh Abu Said Al Khudri dari Rasulullah bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat, lalu melepaskan sandal beliau. Maka, makmum melepaskan sandal-sandal mereka juga. Ketika mereka selesai shalat, Rasulullah bertanya,

مَا حَمَلَكُمْ عَلَى إِلْقَاءِ نِعَالِكُمْ

“Mengapa kalian tanggalkan sandal kalian?”.

Mereka menjawab,

رَأَيْنَاكَ أَلْقَيْتَ نَعْلَيْكَ فَأَلْقَيْنَا نِعَالَنَا

“Kami lihat engkau menanggalkan sandal, kami ikut menanggalkannya juga.” Rasulullah pun bersabda,

إِنَّ جِبْرِيلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَانِي فَأَخْبَرَنِي أَنَّ فِيهِمَا قَذَرًا أَوْ قَالَ أَذًى وَقَالَ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلْيَنْظُرْ فَإِنْ رَأَى فِي نَعْلَيْهِ قَذَرًا أَوْ أَذًى فَلْيَمْسَحْهُ وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا

“Sesungguhnya Jibril mendatangiku. Lalu, ia memberitahuku bahwa di kedua sandalku terdapat najis. Karena itu, jika salah seorang dari kalian datang ke masjid, maka hendaklah ia balik bagian bawah sandalnya dan ia lihat keduanya. Jika terdapat najis, hendaknya ia gosokkan [bagian bawah] sandalnya itu ke tanah. Setelah itu, ia shalat dengan sandalnya.” [HR. Ahmad dan Abu Dawud]

Beliau shalawatullah wa salamuhu ‘alaihi [semoga shalawat dan salam dari Allah selalu tercurah kepada beliau] tidak mengulang dari awal shalat beliau dan tidak menyuruh para sahabat mengulang shalat mereka.

وبالله التوفيق وصلّى الله على نبينا محمّد وآله وصحبه وسلّم

KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA

Ketua              : Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Wakil Ketua   : Syaikh Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota        : Syaikh Abdullah bin Al Ghudayan dan Syaikh Abdullah bin Qu’ud

Rujukan: Fatawa lil Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts Al Ilmiyyah wa Al Ifta’: Juz VII (Cet. II), Riyadh: Maktabah Al ‘Ubaikan, 1421H/2000M, halaman 400-401.

———-
Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Minggu, 6 Maret 2016/26 Jumadil Awal 1437H

Print Friendly