Etika Makan Dan Minum

Etika Makan Dan Minum Berupaya untuk mencari makanan yang halal. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. (Al-Baqarah: 172). Yang baik disini artinya adalah yang halal. Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat beribadah kepada Allah, agar kamu mendapat pahala dari makan dan minummu itu. Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu kotor, dan begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas makanan yang ada di tanganmu. Hendaklah kamu puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan jangan sekali-kali mencelanya. Abu Hurairah… ...[Baca selengkapnya]..........

Etika Makan Dan Minum

Etika Makan Dan Minum Berupaya untuk mencari makanan yang halal. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. (Al-Baqarah: 172). Yang baik disini artinya adalah yang halal. Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat beribadah kepada Allah, agar kamu mendapat pahala dari makan dan minummu itu. Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu kotor, dan begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas makanan yang ada di tanganmu. Hendaklah kamu puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan jangan sekali-kali mencelanya. Abu Hurairah… ...[Baca selengkapnya]..........

Adab Bermasyarakat

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc.)   Manusia adalah makhluk sosial, satu dengan lainnya saling bergantung dan membutuhkan. Seseorang akan merasa tentram bila hidup bersama makhluk sejenisnya dan akan merasa kesepian manakala hidup sendirian. Jika demikian keadaannya maka mau tidak mau seseorang harus memiliki perangai yang dengannya akan terwujud keberlangsungan hidup yang baik di tengah-tengah masyarakatnya. Dalam hidup bermasyarakat setiap orang akan menghadapi manusia dengan berbagai corak dan watak yang berbeda-beda. Tentunya sebagai bagian dari masyarakat, seseorang ada kalanya menjadi pelaku (fa’il/ subjek) atau yang diperlakukan (maf’ul bihi/ objek). Terkadang memberi dan adakalanya diberi. Bila ingin menjadi anggota masyarakat… ...[Baca selengkapnya]..........

Etika Pemberitaan dalam Islam

Beragam media massa yang sulit dihitung karena saking banyaknya dewasa ini merupakan bukti nyata pesatnya teknologi informasi. Era globalisasi telah menyuguhkan kemudahan akses informasi yang dibutuhkan dalam hitungan detik dengan biaya yang relatif murah. Sekian banyak peristiwa yang ada di jagat raya ini dengan cepatnya diberitakan. Bumi yang luas terbentang ini ibarat sebuah desa yang kecil yang mudah dikenali dari ujung hingga ke ujung. Memang kenyataannya media massa tidak hanya menyuguhkan berita tentang suatu peristiwa. Media massa juga sebagai sarana hiburan, ajang promosi berbagai produk, dan kepentingan yang lain. Akan tetapi, pemberitaan masih merupakan salah satu menu pokok yang disajikan… ...[Baca selengkapnya]..........

AdabMenggunakan HP bagian ke 5

Bimbingan Kelima belas: Tidak memberi kesempatan kepada anak kecil dan anak yang memasuki usia puber untuk memegang HP Termasuk perkara yang penting adalah tidak memberi kesempatan kepada anak kecil untuk memegang HP. Karena, sesuatu yang dipegang anak kecil itu sering hilang, kecurian, ataupun lainnya. Mereka juga tidak mengerti bahaya yang ada pada HP. Demikian pula keadaan anak yang sedang memasuki masa puber. Kecuali, bila disertai adanya perhatian dan peringatan yang keras dari hal-hal yang bisa menyeretnya terjatuh dalam bahaya yang besar karena alat (HP) ini. Anak-anak itu berada dalam tanggung jawab ayah dan ibu mereka sebagaimana firman Allah l: “Wahai… ...[Baca selengkapnya]..........

Adab Orang yang Mendengarkan Khutbah

(oleh : al Ustadz Abdul Mu’thi Lc.) Ada beberapa adab yang dituntunkan bagi orang yang mendengarkan khutbah. 1. Bila seseorang masuk masjid, jangan duduk sampai shalat sunnah tahiyatul masjid meskipun khatib sedang berkhutbah. Ini berlandaskan hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma bahwa datang seorang lelaki di hari Jum’at dalam keadaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang menyampaikan khutbah lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah kamu sudah shalat?” Ia menjawab, “Belum.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalatlah dua rakaat!” (Shahih al-Bukhari no. 931) 2. Jika seseorang masuk masjid di hari Jum’at dan azan Jum’at sedang dikumandangkan, apakah dia tetap berdiri menunggu… ...[Baca selengkapnya]..........

Bercanda Ada Etikanya

Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc. Bercanda atau bersenda gurau adalah salah satu bumbu dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat. Ia terkadang diperlukan untuk menghilangkan kejenuhan dan menciptakan keakraban, namun tentunya bila disajikan dengan bagus sesuai porsinya dan melihat kondisi yang ada. Sebab, setiap tempat dan suasana memang ada bahasa yang tepat untuk diutarakan. Khalil bin Ahmad berkata, “Manusia dalam penjara (terkekang) apabila tidak saling bercanda.” Pada suatu hari, al-Imam asy-Sya’bi rahimahullah bercanda, maka ada orang yang menegurnya dengan mengatakan, “Wahai Abu ‘Amr (kuniah al-Imam asy-Sya’bi, -red.), apakah kamu bercanda?” Beliau menjawab, “Seandainya tidak seperti ini, kita akan mati karena bersedih.” (al-Adab… ...[Baca selengkapnya]..........

Belajar Menghormati Tetangga

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman bintu ‘Imran)   Sesuatu yang tak dapat dihindari dalam hidup bermasyarakat adalah kehidupan bertetangga. Karena yang kita harapkan adalah hidup bermasyarakat dengan tenteram dan damai, tentunya kita juga harus hidup dengan tenteram dan damai bersama tetangga kita. Alangkah nyaman hidup bersama tetangga yang baik. Sebaliknya, alangkah sempitnya hidup bersama tetangga yang jelek, sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah n, yang dinukil oleh Isma’il bin Muhammad bin Sa’d bin Abi Waqqash, dari ayahnya, dari kakeknya: أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ؛ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ: الْجَارُ السُّوْءُ، وَالْمَرْأَةُ السُّوْءُ، وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ “Empat hal… ...[Baca selengkapnya]..........

Adab Ketika Sakit

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abul ‘Abbas Muhammad Ihsan)   Allah l dengan sifat hikmah dan keadilan-Nya menimpakan berbagai ujian dan cobaan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman pada khususnya, dan seluruh makhluk pada umumnya. Di antara bentuk ujian dan cobaan itu adalah adanya berbagai jenis penyakit di zaman ini, karena kemaksiatan dan kedurhakaan umat terhadap Allah l dan Rasul-Nya n. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum: 41) Islam adalah agama yang sempurna, yang menuntut seorang muslim agar tetap menjaga… ...[Baca selengkapnya]..........

Adab Para Pembawa Al-Qur’an

Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc Sepanjang sejarah manusia, belum pernah terdengar ada sebuah kitab yang seagung kitab suci al-Qur’an. Di dalamnya termuat beragam ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan terkandung ajakan kepada segala kebaikan yang dengan mengamalkannya manusia akan menjadi sebaik-baik makhluk ciptaan Allah ‘azza wa jalla. Padanya ada kisah-kisah umat terdahulu yang dijadikan pelajaran bagi orang yang datang setelahnya. Barang siapa berhukum dengan al-Qur’an niscaya ia akan menemukan keadilan yang sesungguhnya. Ayat-ayatnya bagaikan lampu dan rambu-rambu jalan yang menyinari dan menunjuki manusia dalam menapaki kehidupan dunia yang fana ini untuk menuju alam yang hakiki nan abadi. Al-Qur’an… ...[Baca selengkapnya]..........

Adab Jual Beli

(ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar Suaidi)   Secara garis besar, penghasilan itu ada pada tiga kelompok: industri, pertanian atau peternakan, dan perdagangan (Faidhul Qadir, 1/547). Namun dalam pembahasan kami lebih terfokus pada perdagangan. Karena dengan perdagangan seseorang akan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain yang majemuk. Itu berarti seseorang perlu lebih berhati-hati. Nabi n pun telah banyak memberikan bimbingannya dalam masalah ini. Adapun perdagangan itu sendiri pada dasarnya hukumnya mubah menurut Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan qiyas. Allah l berfirman: ”Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah: 275) Nabi n bersabda: الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي… ...[Baca selengkapnya]..........

Adab-adab Safar

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar)   1. Istikharah Sebelum Safar Apabila seseorang bertekad untuk melakukan safar, disunnahkan untuk istikharah (meminta pilihan) kepada Allah l. Dia melakukan shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian berdoa dengan doa istikharah sebagai berikut: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي -أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي -أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي… ...[Baca selengkapnya]..........