Kitab Kitab Penting bagi Para Penuntut Ilmu dalam Bidang Tafsir, Hadits, Fikih, dan Bahasa Arab

Pertanyaan: Apa saja kitab-kitab penting bagi penuntut ilmu—setelah kitab Allah ‘azza wa jalla—dalam bidang tafsir, hadits, fikih, dan bahasa Arab? Demikian. Dan semoga Allah menjaga dan melindungi Anda. Aamiin. Jawaban: Termasuk kitab-kitab penting dalam bidang tafsir: tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari, tafsir Al Baghawi, tafsir Ibnu Katsir. Dalam bidang hadits: Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqalani—syarh [Shahih] Al Bukhari, syarh [penjelasan] An Nawawi terhadap Shahih Muslim. Dalam bidang fikih: Al Majmu’ karya An Nawawi yang mengurai kitab Al Muhadzdzab karya Asy Syairazi, kitab Al Mughni karya Ibnu Qudamah, dan kitab Al Umm karya Asy Syafi’i. Dalam bidang bahasa Arab:… ...[Baca selengkapnya]..........

Hal-Hal yang Membantu Kita Bersabar terhadap Kezaliman Seseorang kepada Kita (Bagian Kedua)

Dalam kitab Qa’idatun fi Ash Shabri, Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala menyebutkan, Kelima, hendaknya seorang hamba mengetahui bahwa tidaklah seorang pun membalas kezaliman yang menimpa dirinya, kecuali itu akan memunculkan kehinaan pada dirinya. Namun, jika ia memaafkan, Allah ta’ala akan memuliakannya. Dan ini termasuk apa yang pernah dikabarkan oleh seorang jujur lagi dibenarkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika beliau bersabda, مَا زَادَ اللهُ عَبْداً بِعَفْوِ إِلاَّ عِزًّا “Tidaklah Allah tambahkan kepada orang yang memaafkan, kecuali kemuliaan.” (HR. Muslim) Karena itu, kemuliaan yang didapat dari memaafkan lebih ia sukai dan lebih bermanfaat baginya daripada kemuliaan yang ia dapat dari membalas. Sebab,… ...[Baca selengkapnya]..........

Akibat Nonton TV dan Website Porno, Bagaimana Cara Meninggalkan Kecanduan Hal Tersebut?

Fitnah TV dan Website Porno Pertanyaan: Saya seorang pemuda yang terkena fitnah melalui parabola dan wesite (porno) sampai pada taraf saya sangat lemah sekali dalam masalah agama, saya mohon kepada anda bantuan dan doa agar mendapatkan hidayah. Dijawab oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid melalui www.islamqa.info: Alhamdulillah Kami memohon kepada Allah agar memberikan hidayah kepada anda. Dan memalingkan anda dari kejelekan serta kemunkaran. Menjadikan anda termasuk golongan hamba yang ikhlas. Sebaik-baik wasiat untuk anda adalah bertakwa kepada Allah Ta’ala. Hati-hati dari kemurkaan dan kemarahan-Nya, sangat pedih siksa-Nya. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala (masih) memberi kesempatan dan tidak akan melalaikannya. Siapa dapat menjamin,… ...[Baca selengkapnya]..........

Aku Berilmu, maka Aku AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR

Pertanyaan: Mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan kepada Anda. Ucapan itu [ucapan berdakwah haruslah di atas bashirah, di atas ilmu] apakah menjadi hujjah bagi seseorang yang mengatakan, “Saya tidak mampu untuk amar ma’ruf nahi mungkar dan saya tidak memiliki bashirah [ilmu]”? Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahu ta’ala menjawab: Jika ia tidak memiliki ilmu, maka jangan ia lakukan. Akan tetapi, hendaklah ia belajar dan Allah akan membuka pintu ilmu untuknya. Ia berdakwah kepadanya. Ia memberi petunjuk kepadanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ يُرِدِ اللّٰهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّههُ فِي الدّيْنِ “Siapa saja yang Allah kehendaki dengannya kebaikan, Allah akan… ...[Baca selengkapnya]..........

Melucu dengan Lelucon yang Isinya Kebohongan agar Orang-Orang Tertawa

Pertanyaan: Bercanda dengan lafaz-lafaz yang mengandung kekufuran atau kefasikan adalah perkara yang ada di sebagian kaum muslimin. Seandainya Anda dapat menyampaikan kepada kami pencerahan dalam permasalahan ini dan arahan [tentang] apa yang harus dilakukan seorang penuntut ilmu dan para dai. Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahu ta’ala menjawab: Tidak diragukan lagi bahwa bercanda yang mengandung kedustaan atau berbagai hal kekufuran termasuk kemungkaran-kemungkaran yang paling besar. Dan yang paling besar adalah apa yang terjadi di tengah manusia di majelis-majelis mereka. Karena itu, yang wajib adalah memberi peringatan dari hal itu. Allah ta’ala memperingatkan hal tersebut melalui firmanNya, وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ… ...[Baca selengkapnya]..........

Bentuk Wara’ yang Paling Sempurna

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah mengatakan, “Bentuk wara’ yang paling sempurna adalah [ketika] seseorang bisa mengetahui yang paling baik di antara hal-hal yang paling baik dan yang paling buruk di antara hal-hal yang paling buruk. Hendaklah diketahui bahwa syariat itu dibangun di atas usaha menghasilkan serta menyempurnakan maslahat-maslahat dan menghilangkan sama sekali serta menyedikitkan kerusakan-kerusakan. Hanya saja, siapa pun yang tidak bisa menimbang apa yang [mesti] dikerjakan dan apa yang [mesti] ditinggalkan dari maslahat syar’iyyah dan mafsadat syar’iyyah, niscaya akan meninggalkan kewajiban-kewajiban dan mengerjakan keharaman-keharaman.” Rujukan: Majmu’ Al Fatawa (10/512). ———- Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Selasa,10 Pebruari 2015/20… ...[Baca selengkapnya]..........

Kesungguhan Imam An Nawawi & Sebuah Catatan tentang Kitab AL MAJMU’ SYARH AL MUHADZDZAB

Dalam Ma’alim fi Thuruq fi Thalab Ilmi, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad As Sadhan hafizhahullahu ta’ala menulis, “Imam An Nawawi. Perihal tentangnya menakjubkan juga. Ketika wafat, umur beliau mendekati 45 tahun. Dan beliau memiliki tulisan-tulisan sekitar 20 jilid lebih. Bersamaan dengan ini, beliau setiap hari mengikuti 12 pelajaran [dars]. Beliau punya Syarh Shahih Muslim, Tahdzib Al Asma’ wa Al Lughat, Raudhah Ath Thalibin, Al Majmu’ yang di tengah-tengah para pengikut Imam Syafi’i terhitung sebagai rujukan, sebagaimana kitab Al Mughni di tengah para pengikut mazhab Hanbali—belum lagi tulisan-tulisan beliau yang pendek—dan Riyadhush Shalihin, Al Adzkar, Al ‘Arbain An Nabawiyyah dan seterusnya.”… ...[Baca selengkapnya]..........

Ketekunan Seorang Ulama: Ibnu ‘Aqil Al Hanbali Menulis 470 Jilid Kitab AL FUNUN

Dalam Ma’alim fi Ath Thuruq Thalab Al ‘Ilmi, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad As Sadhan hafizhahullahu ta’ala menulis, “Abul Wafa’ bin ‘Aqil Al Hanbali. Adz Dzahabi menyebutkan dalam kitab Ma’rifah Al Qurra’ Al Kibar, ‘Ibnu Aqil menyusun kitab Al Funun sampai mencapai 470 jilid’. Dan ini bukan suatu hal yang mustahil. Sebab beliau menulis di dalam kitab tersebut apa yang melekat di benaknya tentang kata-kata asing, hal-hal yang jarang dikenal, dan faedah-faedah dari apa-apa yang ia hadiri, ia baca, atau ia dengar di halaqah-halaqah dan catatan-catatan.” RUJUKAN: Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdillah As Sadhan. Ma’alim fi Thuruq Thalab… ...[Baca selengkapnya]..........

Seperti Inilah Cara Seorang Muslim yang Baik Memuji Allah subhanahu wa ta’ala

Pertanyaan: Apa makna: سُبْحَانَ الله الْحَمْدُ للهِ الشُّكْرُ للهِ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ Jawaban: Cara memuji Allah adalah dengan memperbanyak [lafaz] tasbih [ سُبْحَانَ الله  ], tahlil [ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله ], tahmid [ الْحَمْدُ لله ], takbir [ اللهُ أَكْبر ], dan banyak-banyak berdoa dan ber-istighfar. Allah subhanahu wa ta’ala telah menyifati diriNya di dalam kitabNya yang agung dan melalui lisan rasulNya yang terpercaya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kami nasehatkan kepadamu untuk menelaah kembali kita Al Adzkar dan Riyadhush Shalihih karya An Nawawi, Al Kalim Ath Thayyib karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Al Wabil Ash Shayyib karya Ibnul… ...[Baca selengkapnya]..........

Mengapa Kami Pakai di Kanan?

Pertanyaan: Kami lihat, sebagian manusia mengenakan jam tangan di tangan kanan. Menurut mereka, itu perkara yang mustahab. Lantas, apa dalilnya? Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullahu ta’ala menjawab: Dalam masalah ini, kita berpegang pada apa yang disinggung dalam hadits Aisyah di dalam Shahih [Al Bukhari dan Shahih Muslim]. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata, كانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ في تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفي شَأْنِهِ كُلِّهِ “Adalah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang senang untuk mendahulukan yang kanan dalam segala hal. Ketika menyisir, memakai sandal atau ketika thaharah dan dalam segala urusannya.” [HR. Al Bukhari (1/75) dan Muslim… ...[Baca selengkapnya]..........

Zina Kok Pakai MLM Segala , Tapi Banyak Lho Masyarakat Yang Terjerumus Ke Dalamnya.. Realita Di Masyarakat

MLM Perzinahan Selama ini kita menengenal MLM bisnis, atau MLM Pahala dan yang lainnya. Ternyata MLM bisa juga terjadi pada perzinahan, akibat perzinahan yang dilakukan oleh dua sejoli yang tidak sah, maka perzinahan bisa merambat sampai anak cucu dan seterusnya jika tidak memperhatikan kaidah agama. Kasusnya seperti ini: Ketika kedua pasangan berzina kemudian menghasilkan anak wanita hasil zina, maka anak wanita tersebut bukanlah anak dari bapak biologisnya (bapak yang berzina). Walaupun kedua pasangan yang berzina tersebut akhirnya menikah.Seringnya  kedua pasangan zina terpaksa menikah atau dipaksa jika mereka tidak berniat menggugurkan kandungannya agar tidak menanggung malu. Anak hasil zina tidak dinasabkan… ...[Baca selengkapnya]..........