Pembagian Surat-surat Al-qur’an Dan Ayat-ayatnya

Surat-surat dalam al-Qur’an ada empat bagian, ath-Thiwaal, al-Mi’in, al-Matsaani dan al-Mufashshol. Akan kami ringkas pendapat yang paling kuat dalam masalah ini. Pertama: ath-Thiwaal ada tujuh yaitu, al-Baqarah, Ali ‘Imraan, an-Nisaa’, al-Maa’idah, al-An’aam, al-A’raaf dan yang ketujuh ada pendapat yang mengatakan bahwa ia adalah surat al-Anfaal digabung dengan surat Bara’ah (at-Taubah) karena tidak ada pemisahan antara keduanya dengan Basmalah. Menurut pendapat yang lain, yang ketujuh adalah surat Yunus. Kedua: al-Mi’uun yaitu surat-surat yang jumlah ayatnya lebih dari seratus ayat, atau mendekati seratus. Ketiga: al-Matsaani yaitu surat-surat yang jumlah ayatnya di bawah al-Mi’uun. Dinamakan al-Matsaani, karena surat itu diulang-ulang dalam bacaannya (sering… ...[Baca selengkapnya]..........

Beberapa Riwayat Mengenai Asbab Nuzul (2)

4. Apabila riwayat-riwayat itu sama-sama shahih, namun terdapat segi yang memperkuat salah satunya, seperti kehadiran perawi dalam kisah tersebut, atau salah satu dari riwayat-riwayat itu lebih shahih, maka riwayat yang lebih kuat itulah yang didahulukan. Contohnya ialah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dari Ibnu Mas’ud beliau berkata : “Aku berjalan dengan nabi di Madinah. Beliau berpegang pada tongkat dari pelepah pohon kurma. Ketika melewati serombongan orang-orang Yahudi, seseorang diantara mereka berkata : “Coba kamu tanyakan sesuatu kepadanya” Lalu mereka menanyakan : “Ceritakan kepada kami tentang ruh!”. Nabi berdiri sejenak dan mengangkat kepala. Aku tahu bahwa wahyu telah turun kepadanya. Wahyu itu… ...[Baca selengkapnya]..........

Lanjutan Pelajaran Dari Surat Al-baqarah Ayat 253

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ اللهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ وَلَوْشَآءَ اللهُ مَااقْتَتَلَ الَّذِينَ مِن بَعْدِهِم مِّن بَعْدِ مَاجَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ وَمِنْهُمْ مَّن كَفَرَ وَلَوْشَآءَ اللهُ مَااقْتَتَلُوا وَلَكِنَّ اللهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ {253} “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengannya) dan sebagiannya, Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang)… ...[Baca selengkapnya]..........

Rasm (metode Penulisan) ‘utsmani

Telah berlalu pembahasan tentang pengumpulan al-Qur’an di zaman ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, dan bahwasanya Zaid bin Tsabit beserta ketiga orang Shahabatnya dari suku Quraisy radhiyallahu ‘anhum telah menempuh metode khusus yang telah diridhai (disetujui) oleh ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu dalam penulisan mushaf tersebut. Para Ulama menamakan metode ini dengan Rasm al-’Utsmani lil Mushaf suatu nama yang disandarkan kepada ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu, namun para Ulama berbeda pendapat tentang hukumnya: 1. Sebagian mereka berpendapat bahwa rasm al-‘Utsmani lil Qur’an adalah tauqifi (sudah paten Rasul-Nya) yang wajib diikuti (dipakai) dalam penulisan al-Qur’an. Dan mereka (para Ulama) berlebih-lebihan dalam mensucikannya (mengagungkannya), dan… ...[Baca selengkapnya]..........

Seri Pengenalan Kitab-kitab Tafsir-15 (tafsir Ats-tsa’alabi)

Nama Mufassir Beliau adalah Abu Zaid, Abdurrahman bin Muhammad bin Makhluf ats-Tsa’alabi, al-Maliki, al-Jaza’iri.* Nama Kitab Ia menamakan kitab tafsirnya‘al-Jawaahir al-Hisaan Fii Tafsiir al-Qur’an’ Aqidahnya Beliau seorang Mu’awwil (suka menakwil) dan penganut faham Asy’ariah. Beliau selalu menukil ucapan-ucapan Ibn ‘Athiyyah dan menyetujuinya (akan disinggung nanti pada kajian tersendiri tentang tafsir Ibn ‘Athiyyah, insya Allah) Spesifikasi Umum Pengarangnya mengatakan, ia meringkasnya dari tafsir Ibn ‘Athiyyah lalu menambahkan beberapa ‘faedah’ yang diambilnya dari hampir seratus buku para imam terkemuka (sebagiannya, ada yang tidak dapat dicetak sekarang). Ia tidak berani menukilnya secara makna karena takut salah. Ia menyebutkan apa yang dinukilnya dari ath-Thabari… ...[Baca selengkapnya]..........

Sinkronisasi Dugaan Kontradiksi Dalam Al-qur’an

Yang dimaksud dengan at-Ta’aarudh (kontradiksi) adalah bertemunya dua ayat di mana indikasi salah satunya menolak indikasi pada ayat yang lainnya seperti, salah satu ayat berindikasi Itsbat (menetapkan) sesuatu sementara yang satunya lagi menafikan (meniadakan)-nya. Sesungguhnya, tidak mungkin terjadi kontradiksi antara dua ayat yang indikasinya bersifat Khabary (pemberitaan) sebab konsekuensinya bahwa salah satu darinya adalah dusta dan ini mustahil terjadi pada berita-berita yang diinformasikan Allah SWT. Dia berfirman, “Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah.” (QS.an-Nisa’:87) dan firman-Nya, “Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah.” (QS.an-Nisa’:122) Demikian pula tidak mungkin terjadi kontradiksi antara dua ayat yang indikasinya bersifat Hukmy… ...[Baca selengkapnya]..........

Pelajaran Dari Al-baqarah Ayat : 235 (hukum Melamar Wanita Dalam Masa Iddah) -2

Point-point berikut ini adalah merupakan lanjutan dari pelajaran surat Al-baqarah ayat : 235, yaitu ayat yang menjelaskan tentang hal-hal yang berhunungan dengan hukum melamar seorang wanita yang suaminya meninggal dunaia sedang ia dalam masa iddah yang belum selesai, diantara pelajaran-pelajaran ayat yang lain adalah:… Bolehnya seseorang menyembunyikan di dalam hatinya keinginan untuk melamar seorang wanita yang tidak dibolehkan baginya untuk melamarnya secara terang-terangan dengan lafadz yang jelas dan terang. Sebagaiman ayat, “Atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu.” Bolehnya seseorang menyebutkan wanita yang masih dalam masa iddah (karena suaminya meninggal), dalam hatinya atau diperdengarkan kepada orang lain, sebagaimana ayat,… ...[Baca selengkapnya]..........

Ayat Alqur’an Yang Terakhir Kali Turun

Ada beberapa pendapat dari para ulama tentang ayat apakah yang paling terakhir turun. Diantara pendapat tersebut adalah : 1. Sebagian berpendapat bahwa ayat yang terakhir kali turun adalah ayat mengenai riba. Pendapat ini didasarkan pada hadits yang dikeluarkan oleh al-Bukhari dari Ibnu Abbas yang mengatakan : “Ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat tentang riba”. Maksudnya adalah ayat : يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَابَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS. 2:278) 2. Ada yang berpendapat, ayat Alqur’an yang terakhir diturunkan… ...[Baca selengkapnya]..........

Perbedaan Antara Pengumpulan Al-qur’an Di Zaman Abu Bakar Dan ‘utsman Radhiyallahu ‘anhumaa

Dari nash-nash yang terdahulu maka nampak dengan jelas bahwa pengumpulan al-Qur’an pada zaman Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berbeda dengan pengumpulan di zaman ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu dari sisi faktor pendorong (motivasi) dan caranya. Faktor pendorong pengumpulan di zaman Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu adalah kekhawatiran akan hilangnya al-Qur’an disebabkan banyaknya Qurra’ (penghafal al-Qur’an) yang meninggal dalam peperangan. Sedangkan faktor pendorong di zaman ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu adalah banyak perbedaan cara membaca al-Qur’an, yaitu ketika beliau melihat perbedaan ini di negeri-negeri kaum Muslimin dan mereka saling menyalahkan satu sama lain. Pengumpulan al-Qur’an pada zaman Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dilakukan dengan mengumpulkan (memindahkan) catatan-catatan al-Qur’an… ...[Baca selengkapnya]..........

Tafsir Surat Al-qari’ah (hari Kiamat)

Allah SWT berfirman, اَلْقَارِعَةُ {1} مَاالْقَارِعَةُ {2} وَمَاأَدْرَاكَ مَاالْقَارِعَةُ {3} يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِ {4} وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِ {5} فَأَمَّامَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ {6} فَهُوَ فِي عِيْشَتٍ رَّاضِيَةٍ {7} وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهُ {8} فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ {9} وَمَاأَدْرَاكَ مَاهِيَهْ {10} نَارٌ حَامِيَةُ {11}. Tafsir Ayat Al-Qari’ah adalah salah satu nama hari Kiamat, dan ia adalah waktu yang mengagetkan dan mengejutkan manusia dengan huru-haranya. 1. Oleh karena itu, Allah membesarkan dan mengagungkan kejadian itu dengan firman-Nya bernada pertanyaan apakah hari yang mengejutkan itu.? 2. Kemudian ditambah lagi dengan berfirman, Apakah yang kamu ketahui dengan kejadian yang mengejutkan itu.? 3. Kemudian… ...[Baca selengkapnya]..........

Pengumpulan Al-qur’an Pada Masa Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menjabat sebagai khalifah pertama dalam Islam sesudah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat. Ia dihadapkan pada peristiwa-peristiwa besar berkenaan dengan murtadnya sejumlah besar orang Arab. Maka beliau segera menyiapkan pasukan dan mengirimkannya untuk memerangi orang-orang yang murtad itu. Peperangan Yamamah yang terjadi pada tahun dua belas Hijriyah melibatkan sejumlah besar Shahabat penghafal al-Qur’an. Lalu gugurlah sebagai syahid tujuh puluh penghafal al-Qur’an dari kalangan Shahabat radhiyallahu ‘anhum dalam peperangan ini. Hal ini membuat ‘Umar bin al-Khathathab radhiyallahu ‘anhu kahwatir, dan beliau mendatangi Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan mengusulkan kepadanya untuk mengumpulkan al-Qur’an dan menulisnya karena dikhawatirkan akan hilang/musnah.… ...[Baca selengkapnya]..........

Tafsir Ayat 254 Dari Surat Al-baqarah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمُُ لاَّ بَيْعُُ فِيهِ وَلاَخُلَّةٌ وَلاَ شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ {254} ”Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” (QS.Al-Baqarah: 254) Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat di atas:”Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menginfakkan rizki yang telah Allah karuniakan kepada mereka di jalan-Nya yaitu jalan… ...[Baca selengkapnya]..........