Agar Tampil Cantik Istri Memasang SUSUK, Bolehkah Menurut Islam?

Pasang Susuk Demi Suami Pertanyaan: Assalamu,alaykum Ustadz, bolehkah seorang istri memasang susuk yang bisa membuatnya semakin cantik dengan niat agar suami tidak selingkuh? Mohon Jawabannya. Wassalamu’alaykum Ibu N di bumi Allah Jawaban: Dalam blantika perklenikan memang sering kita dengan istilah “susuk” yakni meletakkan benda secara gaib di bagian tertentu untuk memikat. Kono konsumen terbesarnya adalah para penyanyi dan artis panggung. Terkadang ada barang tertentu yang dimasukkan ke tubuh secara kasar mata lalu dibumbui dengan mantera-mantera. Barang tersebut bisa berujud jarum, logam, emas berlian atau terkadang hanya berujud cairan. Ada pula yang tanpa disertai barang-barang semisal itu. Susuk dipasang sesuai kehendak… ...[Baca selengkapnya]..........

Apakah Anak Hasil Berzina Dapat Masuk Surga di Akhirat Nanti?

Pertanyaan: Apakah anak hasil zina bisa masuk Surga atau tidak, jika bertakwa? Sebab ia berasal dari gumpalan daging yang tercela. Jawaban: الحمد لله وحده والصلاة والسلام على رسوله وآله وصحبه . وبعد Anak zina bisa masuk Surga, jika ia wafat di atas Islam dan tidak ada pengaruh—meskipun ia anak zina. Sebab [perbuatan zina] itu bukan dari perbuatannya, tetapi perbuatan orang lain. Allah ta’ala berfirman, وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى “Dan seseorang tidak menanggung beban dosa orang lain.” (QS. Al An’am: 164) Dan karena keumuman firman Allah ta’ala, كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ “Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS.… ...[Baca selengkapnya]..........

Apakah Seseorang Mampu Memberikan Rezeki?

Pertanyaan: Apakah ada orang yang bisa mendatangkan rejeki kepada makhluk-makhluk lainnya atau mengangkat musibah mereka? Jawaban: Allah, Dialah, yang maha pemberi rejeki, yang memiliki kekuatan yang besar lagi sangat kokoh. Dialah yang mengabulkan orang yang terdesak, jika ia berdoa, menghilangka keburukan dan mengangkat mara bahaya. Adapun orang yang masih hidup, maka Allah hanya menjadikan orang itu sebagai sebab dalam memberikan rejeki kepada orang lainnya dan mengangkat bahaya atas izin Allah ta’ala. Adapun orang itu sendiri, ia tidak memiliki kuasa untuk memberikan manfaat dan mengangkat mudharat, untuk dirinya atau orang lain. KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA Ketua              : Abdul Aziz… ...[Baca selengkapnya]..........

Tingkatan Dalam Islam yaitu : Islam, Iman dan Ihsan

Pembaca yang budiman, di kalangan tarekat sufi sangat terkenal adanya pembagian agama menjadi 3 tingkatan yaitu: Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat. Orang/wali yang sudah mencapai tingkatan ma’rifat sudah tidak lagi terbebani aturan syari’at; sehingga dia tidak lagi wajib untuk sholat dan bebas melakukan apapun yang dia inginkan… demikianlah sebagian keanehan yang ada di seputar pembagian ini. Apakah pembagian semacam ini dikenal di dalam Islam? Islam Mencakup 3 Tingkatan Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari pernah didatangi malaikat Jibril dalam wujud seorang lelaki yang tidak dikenali jatidirinya oleh para sahabat yang ada pada saat itu, dia menanyakan kepada beliau tentang Islam,… ...[Baca selengkapnya]..........

Rasul Menyuruh Kita agar Beribadah Hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Tentang tugas para rasul, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah mengatakan, Allah mengirim semua rasul sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ “Para rasul itu sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada lagi dalih bagi manusia untuk membantah Allah setelah diutusnya para rasul.” (QS. An Nisa’: 165) Dan yang pertamanya dari para rasul adalah Nuh ‘alaihis salam, sedangkan yang terakhir adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalil bahwa rasul pertama adalah Nuh ‘alaihis salam adalah firman Allah ta’ala, إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ… ...[Baca selengkapnya]..........

Bagaimana Sikap Kita Ketika Akal Bertentangan Dengan Dalil?

Ketika Akal Bertentangan dengan Dalil Syar’i Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman. Artikel berikut adalah artikel yang merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang akal (Mendudukkan Akal pada Tempatnya). Kami harap pembaca sekalian bisa membaca terlebih dahulu Akal Tidak Bisa Berdiri Sendiri Walaupun akal bisa digunakan untuk merenungi dan memahami Al Qur’an, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Bahkan akal sangat membutuhkan dalil syar’i (Al Qur’an dan Hadits) sebagai penerang jalan. Akal itu ibarat mata. Mata memang memiliki potensi untuk melihat… ...[Baca selengkapnya]..........

Kesurupan Masal?? Bagaimana Mengobatinya?

Cara Mengobati Kesurupan Jin  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ “Sesungguhnya setan itu dapat berjalan pada tubuh anak cucu Adam melalui aliran darah.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Ahkam no.7171 dan Muslim, Kitab As-Salam no. 2175) Fenomena kesurupan masih mengundang perdebatan hingga saat ini. Kalangan yang menolak, (lagi-lagi) masih menggunakan alasan klasik yakni “tidak bisa diterima akal”. Semoga, kajian berikut bisa membuka kesadaran kita bahwa syariat Islam sejatinya dibangun di atas dalil, bukan penilaian pribadi atau logika orang per orang.Tapi kita sebagai orang islam harus percaya akan adanya alam ghaib. Pengobatan terhadap orang… ...[Baca selengkapnya]..........

Ingat, Hidup Kita Ini Tidak Sekali Berarti Sesudah Itu Mati””

Dalam kitab Tsalatsatul Ushul wa Adillatuha, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah mengingatkan, Dan manusia, jika meninggal dunia, mereka akan dibangkitkan. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى “Dari tanah, Kami ciptakan kalian. Dan kepada tanah, Kami kembalikan kalian. Dari sana jugalah, Kami keluarkan kalian pada kali yang lain.” (QS. Thaha: 55) Juga firman Allah ta’ala, وَاللَّهُ أَنبَتَكُم مِّنَ الْأَرْضِ نَبَاتاً ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجاً “Dan Allah-lah yang menumbuhkan kalian dari tanah—tumbuh berangsur-angsur. Kemudian, Dia akan mengembalikan kalian ke dalam tanah dan mengeluarkan kalian dengan pasti [pada hari kiamat nanti].” (QS. Nuh: 17-18)… ...[Baca selengkapnya]..........

Betapa Besarnya Arsy Dibandingkan Dengan Kursi Allah, Dan Allah Tidak Bergantung Kepada Makhluk Ciptaannya

ARSY (SINGGASANA) ALLAH AZZA WA JALLA Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani bahwa ‘Arsy Allah dan Kursi-Nya adalah benar adanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:“Maka, Mahatinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” [Al-Mu’minuun: 116]Juga firman-Nya: “Yang mempunyai ‘Arsy, lagi Mahamulia.” [ Al-Buruuj: 15] Apabila seseorang Muslim mengalami kesulitan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan untuk membaca: “Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain… ...[Baca selengkapnya]..........

Manusia Yang Ma'shum Hanya Para Nabi, Tidak Seperti Pemahaman SYIAH dan SUFI

YANG MA’SHUM HANYA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM Oleh : Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Allâh Azza wa Jalla telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar beliau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapapan menuju cahaya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan kewajiban ini dengan sebaik-baiknya, menunaikan amanah, menyampaikan risalah, dan menasehati umat. Dan kedudukan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuntut umat untuk mengikuti Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam seluruh perkara yang Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan. Kedudukan ini tidak dimiliki oleh manusia siapapun selain Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allâh… ...[Baca selengkapnya]..........

Meminta Tolong Kepada JIN? Tidak Ada Yang GRATIS, Pasti Ada Imbalannya

Mengenal Jin Khodam Apa itu Jin Khodam? Pertanyaan: Saya Ingin bertanya,bagaimana pendapat ustadz/ tentang Khodam ? Apa ada Hukum’y di al-qur’an? Terimakasih.. Dari: Narru Oviq Jawaban: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Istilah khodam berasal dari kata Khodim [arab: خادم] yang artinya pembantu. Jin khodam berarti jin pembantu. Orang jawa bilang, prewangan. Disebut khodam, karena jin ini berinteraksi dengan rekan dekatnya di kalangan manusia, dan sedia untuk membantunya. Sehingga terkadang dia bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh umumnya manusia. Tentu saja, dengan bantuan jin prewangan yang menjadi rekannya. Tipikal Pendusta Realita yang patut kita waspadai… ...[Baca selengkapnya]..........